oleh

Zona Oranye Bukan Zona Nyaman

BERITA649.COM – Satgas Penanganan COVID-19 meminta semua pihak mencermati  perkembangan peta zona risiko. Pasalnya, sudah berbulan-bulan peta zonasi risiko tidak mengalami peningkatan siginifikan ke arah  lebih baik.

“Sudah berbulan-bulan, peta tidak berubah warna. Selalu didominasi zona oranye,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito di Kantor Preside  yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden (8/12/2020).

Ia menekankan zona risiko sedang bukan zona nyaman. Berdasarkan peta zonasi risiko per 6 Desember 2020, jumlah daerah pada zona merah sebanyak 47 daerah.

BACA JUGA: Saat Dirawat di Ruang Isolasi, Mertua Meninggal Karena COVID-19

Zona oranye atau risiko sedang 371 daerah. Zona kuning atau risiko rendah 84  daerah.  Zona hijau sebanyak 6  daerah. Sedangkan minggu ini hanya menyisakan sebanyak 6 daerah yang masuk zona hijau tidak terdampak.

Wiku mengingatkan, tidak menutup kemungkinan, daerah zona risiko sedang pindah ke zona risiko tinggi bila pemerintah daerah maupun masyarakat lengah.

Saat ini terdapat 72  daerah yang konsisten pada zona oranye atau zona risiko sedang selama 3 bulan berturut-turut.

Zona risiko sedang bukan zona aman. Pemerintah daerah terkait harus segera mengambil langkah  penanganan COVID-19. Sehingga dapat pindah zona kuning atau zona hijau.

Berikut daftar daerah masuk  zona oranye yang tersebar di 24 provinsi. Aceh (3), Sumatera Utara (10), Sumatera Barat (5), Sumatera Selatan (2), Bengkulu (1), Riau (1), Kepulauan Riau (1), DKI Jakarta (1).

Banten (2), Jawa Timur (3), Jawa Tengah (6), DIY (1), Sulawesi Utara (3), Sulawesi Tengah (1), Sulawesi Selatan (6), Sulawesi Tenggara (6), Kalimantan Selatan (6), Kalimantan Tengah (4), Kalimantan Utara (1), Kalimantan Timur (1), Maluku Utara (2), Nusa Tenggara Barat (2), Papua (1) dan Papua Barat sebanyak 1 daerah. (ad/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA