oleh

Wisatawan Silakan Hadir, Yogyakarta Aman dan Nyaman

YOGYAKARTA – Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana menyesalkan unjuk rasa yang berlangsung ricuh.  Aksi yang mengandung anarki dan tidak murni penyampaian aspirasi.

“Ini sangat merugikan warga DIY juga perjuangan rekan rekan pekerja yang menyuarakan penolakan UU Cipta Kerja secara murni,” kata Huda kepada BERITA649.com, hari ini (9/10/2020).

Huda mengatakan, saat anarki berlangsung,  sejumlah pengurus serikat pekerja menemuinya di gedung DPRD DIY.  Mereka menyayangkan kerusuhan, karena mengaburkan kemurnian tuntutan para buruh.

BACA JUGA: UGM Kampanye Pakai Masker dan Cuci Tangan

“Artinya tidak ada yang diuntungkan dengan anarki.  Hanya pihak tidak bertanggung jawab saja yang senang anarki,” katanya.

Huda menduga aksi anarki itu bisa jadi sudah lama direncanakan aktor intelektual.  Tapi,  tidak berdampak signifikan terhadap warga DIY.  Huda menyebut ruang Fraksi PKS juga menjadi sasaran anarki.

Upaya anarki tidak laku di kota Yogyakarta. Karena tidak sesuai  karakter masyarakat. Kalangan dewan  optimistis,  upaya mengacaukan Yogyakarta sangat mudah dipatahkan oleh semangat gotong royong warga.

BACA JUGA: Protokol Kesehatan jadi Solusi Atasi Takut Tertular

Anarki tidak akan menang melawan gotong royong warga DIY.  Malioboro saat ini sepenuhnya aman. Huda mempersilakan wisatawan hadir.  Tetapi tetap harus memenuhi protokol kesehatan.

“Memang kerusakan sengaja dipusatkan di gedung DPRD oleh rekan rekan aparat untuk menghindari kerusakan luas di Malioboro dan Yogyakarta. Ini strategi yang sangat jitu,” kata Huda.

Kini, dewan sedang menginventarisir kerusakan. Selanjutnya dewan akan berkomunikasi dengan eksekutif untuk memperbaiki titik-titik kerusakan.   Termasuk sejumlah warung yang terbakar akan diatensi.

“Kami atas nama pimpinan DPRD DIY mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga DIY juga rekan rekan TNI dan Polri yang telah mengamankan aksi kemarin,” katanya. (aza/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA