oleh

Wawali Sebut Kawasan Malioboro Masih Aman

YOGYAKARTA –  Waki Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyatakan,  kondisi kawasan Malioboro masih aman pasca meninggalnya pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Alasan dan pertimbangannya, pedagang di zona 3 yang melakukan kontak erat sudah diliburkan. Para pedagang yang sempat kontak fisik dengan almarhumah berusia 68 tahun juga sudah diminta melakukan isolasi mandiri.

“Termasuk yang pernah shalat berjamaah dengan almarhumah, juga sudah diminta isolasi mandiri,” kata Heroe kepada wartawan, sore ini (6/9/2020).

Terhadap kasus tersebut, Heroe mendapatkan dua versi penjelasan. Ini masih ada dua penjelasan. Versi pertama menyebutkan, almarhumah sebelumnya mempunyai penyakit asma. Sering mengantuk saat berjualan.

BACA JUGA: Pengaduan Warga dalam Sepekan, Apa Saja?

Bahkan, ada yang menginformasikan sering kumat. Kadang libur berjualan. Namun, setelah petugas cek di Puskesmas, tidak ada keterangan almarhumah menderita penyakit asma.

“Karena setiap hari tidak mengkonsumsi obat-obatan sebagai orang yang punya sakit,” terang Heroe.

Kata Heroe, Pemkot Yogyakarta melalui ketua paguyuban PKL, menyarankan agar pedagang usia lanjut dan memiliki penyakit bawaan tidak berjualan dulu. Jumlah pedagang mencapai 2 ribu orang.

Sebelum  kasus ini muncul di Malioboro, Heroe juga sudah bertemu dengan salah satu komunitas. Intinya meminta para pedagang kaki lima menerapkan protokol kesehatan secara lebih serius.

Mulai mengenakan masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer dan mengindari kerumunan.

Setelah kasus tersebut, semua pedagang mentaati  protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 secara lebih intensif. (#)

penulis: asa | editor: sauki adham

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA