oleh

Wanita Ini 75 Tahun Lebih Berjualan Jambu di Goa Selarong

BANTUL – Perempuan ini sudah berjualan di kawasan wisata Goa Selarong, Bantul selama 75 tahun lebih.

Biasa dipanggil Mbah Udi. Usianya 83 tahun. Namun, perempuan yang berjualan sejak menjadi siswa sekolah rakyat ini tetap enerjik.

Waktu  berusia kanak-kanak, ia menemani ibunya yang juga berjualan di petilasan perjuangan Pangeran Diponegoro.

Mbah Udi yang tinggal di dusun Kentongan, Pajangan ini berjualan buah-buahan dan minuman.

BACA JUGA: Menengok Monumen Bibis yang Sedang Kesepian

Ia masih kuat memikul buah-buahan yang dijual setiap harinya. Ada pisang, jambu, sawo, ketela dan kacang tanah.

Dagangan digelar memakai tikar seadanya. Lokasi berjualan di tangga menuju Goa Putri dan Goa Lanang.

“Alhamdulillah. Kulo tasih diparingi sehat,” ujar Mbah Udi sembari melayani pembeli yang baru saja menuruni tangga.

GOA SELARONG: Pintu masuk menuju petilasan Pangeran Diponegoro. (ninik/berita649.com)

Goa Selarong memang terkenal dengan jambu. Sejak dulu, tempat ini memproduksi jambu. Pohon jambu bertebaran di kawasan Goa Selarong.

Mbah Udi berangkat dari rumah sekitar pukul 06.30 setiap harinya.  Ia diantar anaknya menggunakan sepeda motor.

Perempuan yang ramah ini jarang libur bila tak ada keperluan penting. Bagi Mbah Udi, berjualan bukan semata-mata mencari uang.

BACA JUGA: Ini Cara Memperpanjang Surat Izin Mengemudi

Keuntungan berjualan tak seberapa. Apalagi sejak pandemi virus corona setahu lalu.

Pendapatan Mbah Udi turun drastis. Bahkan, dagangannya kadang tidak laku karena tidak ada pengunjung.

Sejak pandemi virus corona, Goa Selarong kehilangan pengunjung. Jikapun ada, pengunjung bisa dihitung dengan jari.

Meski demikian, Mbah Udi tak pernah mengeluh ketika keuntungan sedikit. Ia bersyukur bisa berkenalan dengan para pengunjung.

“Alhamdulillah. Bathi sanak,” katanya. (nik/asa)

 

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA