oleh

Virus Corona Terus Bermutasi

BERITA649.COM –  Adalah  Pakar Penyakit Dalam Spesialis Paru-Paru (Internis Pulmonologist) FKKMK UGM, dr Sumardi SpPDKP FINASIM yang mengatakan virus corona baru  terus bermutasi dengan cepat.

Virus corona jenis baru ini merupakan virus RNA. Virus RNA yaitu strain yang saat bertemu dengan inang dapat membuat salinan baru yang bisa terus menginfeksi sel lain.

“Materi genetik COVID-19 adalah RNA, dan asam amino terus berubah dan mutasi. Berbeda dengan virus DNA yang tidak lebih rentan terhadap perubahan,” kata Sumardi seperti dilansir ugm.ac.id pada 22 Mei 2020.

Mutasi virus merupakan siklus yang biasa terjadi dalam evolusi virus. Namun, mutasi ini akan mengubah tingkat keparahan penyakit. Virus yang telah bermutasi biasanya lebih kuat dibandingkan virus sebelumnya.

BACA JUGA: Ge-Nose Siap Digunakan, Biaya Hanya Rp 25 Ribu

Kondisi tersebut berpengaruh pada pengembangan vaksin COVID-19. Sebab, virus terus saja bermutasi dari waktu ke waktu yang mengubah perilakunya dalam menginfeksi.

“Menjadi tantangan dalam pengembangan vaksin untuk virus jenis RNA, termasuk COVID-19. Kalau sudah ditemukan, vaksin ke depan harus diperbarui terus karena virusnya juga terus berubah,” kata Sumardi yang juga Kepala Divisi Pulmonologi dan Penyakit Kritis RSUP Dr Sardjito.

Sumardi mengatakan, vaksin dibuat sesuai unsur-unsur genetik virus RNA. Sementara  saat vaksin sudah bisa dipakai, virus RNA sudah mengalami mutasi unsur genetik. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap vaksin yang telah dihasilkan menjadikan daya proteksinya berkurang.

Pengembangan vaksin COVID-19 juga disesuaikan kondisi masing-masing negara. Pasalnya, virus corona baru memiliki karakteristik  berbeda di setiap negara. Virus corona baru di Indonesia memiliki karakteristik berbeda dengan virus yang ada di China, maupun negara lain. (mkb/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA