oleh

Vaksin Tak Seketika Musnahkan Pandemi

BERITA649.COM – Vaksinilog, dr Dirga Sakti Rambe MSc SpPD mengatakan, vaksin adalah produk biologis yang sangat rentan pada perubahan suhu. Karena itu, vaksin perlu disimpan pada suhu 2-8 derajat celcius.

Suhu ini harus dijaga dari pabrik sampai puskesmas. “Ini yang disebut coldchain (rantai dingin, red),” jelas Dirga pada dialog yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, (30/11/2020).

Dirga mengimbau masyarakat  perlu mengetahui informasi yang benar tentang vaksin. Informasi yang benar dan terpercaya akan menghilangkan keraguan  tentang manfaat vaksin.

“Indonesia  bukan sekali-dua kali melaksanakan program vaksinasi. Proses distribusi vaksin di Indonesia dari Aceh sampai Papua sudah menggunakan sistem coldchain yang baik,” ujarnya.

BACA JUGA: Masyarakat Diminta Kooperatif Tanggulangi COVID-19

Masyarakat yang akan mendapatkan vaksin adalah orang dalam kondisi sehat. Vaksin COVID-19 diberikan kepada penduduk dengan rentang usia 18-59 tahun.

Kementerian Kesehatan sedang melatih 23.000  tenaga vaksinator.  Kesiapan ratusan ribu tenaga kesehatan di daerah-daerah juga dipastikan untuk mendukung program vaksinasi.

Dirga mengatakan, masyarakat  tidak perlu khawatir dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).  Sebab biasanya berdampak ringan. Segera sembuh dalam waktu satu hingga dua hari.

“KIPI mayoritas bersifat ringan, seperti bengkak kemerahan di bekas suntikan. Kemudian ada demam sebagai tanda vaksin bekerja,” terang Dokter Dirga.

Manfaat vaksin sangat penting untuk mengendalikan pandemi COVID-19. Namun, perlu disadari vaksin tidak seketika memusnahkan pandemi.

Vaksin tidak bisa seketika menghilangkan pandemi. Karena ada proses distribusi yang panjang. Belum lagi jumlah penduduk  Indonesia lebih dari 260 juta jiwa.

Karena itu, sembari menunggu vaksinasi, masyarakat harus  menerapkan protokol kesehatan. Yakni, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman. (nik/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA