oleh

Vaksin Sinovac Aman, Kurangi Kejadian Infeksi COVID-19

BERITA649.COM – Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof Dr Zullies Ikawati Apt menyatakan siap divaksin COVID-19.  Zullies menaruh harapan vaksinasi bisa mengurangi angka kejadian infeksi COVID di Indonesia.

Zullies mengatakan, vaksin Sinovac dinyatakan memiliki efikasi 65,3 persen. Dari segi keamanan dinyatakan aman.

Efek samping ada dilaporkan, tetapi ringan dan bersifat reversible. Kekhawatiran tentang kejadian antibody-dependent enhancement (ADE)  tidak terjadi pada uji klinik Sinovac di Indonesia, Turki dan Brazil.

“Tapi banyak orang bertanya, kok efikasinya lebih rendah daripada  Turki atau Brazil? Kok lebih rendah dari vaksin Pfizer dan Moderna yang  bisa mencapai 90 persen?” ujarnya.

BACA JUGA: Wagub Paku Alam X Nyatakan Siap Divaksin

Bagaimana cara menghitung? Vaksin dengan efikasi atau kemanjuran 65,3 persen dalam uji klinik berarti terjadi penurunan 65,3 persen kasus penyakit pada kelompok yang divaksinasi dibandingkan dengan kelompok yang tidak divaksinasi.

Misalnya pada uji klinik Sinovac di Bandung yang melibatkan 1600 orang terdapat 800 subyek yang menerima vaksin, 800 subyek  mendapatkan placebo (vaksin kosong).

Jika  kelompok yang divaksin ada 26 yang terinfeksi (3.25 persen), sedangkan dari kelompok placebo ada 75 orang yang terinfeksi COVID-19 (9.4 persen), maka efikasi dari vaksin adalah (0.094 – 0.0325) / 0.094 x 100 persen.

Hasilnya 65.3 persen. Jadi yang menentukan adalah perbandingan antara kelompok yang divaksin dengan kelompok yang tidak.

Efikasi ini akan dipengaruhi karakteristik subyek uji. Jika subyek uji adalah kelompok risiko tinggi, kemungkinan kelompok placebo lebih banyak yang terpapar. Sehingga perhitungan efikasi menjadi meningkat.

BACA JUGA: Pegawai Puskesmas Dilarang Mampir Belanja

Penurunan kejadian infeksi sebesar 65 persen secara populasi  sangat bermakna. Memiliki dampak  panjang. Katakanlah dari 100 juta penduduk Indonesia, jika tanpa vaksinasi ada 8,6 juta orang yang bisa terinfeksi.

Jika turun 65 persen dengan vaksinasi, maka hanya 3 juta penduduk yang terinfeksi. Selisih 5,6 juta orang. Perhitungannya (0.086 – 0.03) / 0.086 x 100 persen = 65 persen.

Jadi ada 5,6 juta kejadian infeksi yang dapat dicegah. Mencegah 5 jutaan kejadian infeksi sangat bermakna dalam penyediaan fasilitas perawatan kesehatan.

“Saya masih menaruh harapan kepada vaksinasi. Semoga bisa mengurangi angka kejadian infeksi COVID di negara kita. Apalagi jika didukung dengan pemenuhan protokol kesehatan yang baik, semoga dapat menuju pada pengakhiran pandemi COVID-19 di Indonesia,” kata Zullies.

Zullies mengatakan masih harus menunggu efektivitas vaksin setelah dipakai di masyarakat. Dan, perlu diingat. Karena  baru EUA yang berasal dari interim report, pengamatan terhadap efikasi dan safety masih tetap dilakukan sampai enam bulan ke depan untuk mendapatkan full approval. (*/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA