oleh

UMBY Bedah Trik Penulisan Proposal Riset Dana Luar Negeri

BANTUL – Bagaimana trik dan strategi penulisan proposal riset dana luar negeri? Pertanyaan ini dibedah dalam webinar yang diselenggarakan Pusat Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama  Universitas Mercu Buana Yogyakarta (P3MK-UMBY).

Webinar Series #2 yang dilaksanakan 3 September lalu mengusung  tema “Strategi Joint Research dan Pendanaan Luar Negeri”.

Webinar  dibuka Rektor UMBY, Dr Alimatus Sahrah MSi. Menghadirkan narasumber Rektor Universitas Budi Luhur Jakarta, Dr Ir Sc Agr Didik Sulistyanto.

Didik mengatakan dalam penulisan proposal, dosen perlu memperhatikan teknis penulisan. Lalu, mengikuti joint research luar negeri.

BACA JUGA: Iri Dengki Justru Gerogoti Kebahagiaan

Ada penelitian dan kerjasama Jepang, Toray (Sciene and Technology Research Grant), Sumitomo Foundation (Sosial dan Humaniora), Deutsche Forschung Gesselschaft  (DFG),  dan Erasmus+.

Jenis riset dan kerjasama sumberdana dari Jerman ada empat nama yang bisa diakses. Yakni, Max Planck Society, Leibniz Association, Helmhotz Association, dan Fraunhofer-Gesellschaft.

Kegiatan spesisifik target, bisa berpartner dari Asia. Misalnya Malaysia, Thailand, dan mencari negara Eropa terkait teknologi.

Awan Santosa MSc dari Pusat Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama (P3MK) UMBY menyebutkan ada dua grand strategi pada tahun depan.

Pertama, strategi meningkatkan daya saing dengan cara memperbaiki kualitas proposal dan meningkatkan  kualitas kolaborasi. Kedua,  meningkatkan daya kerjasama.

BACA JUGA: Wawali Sebut Kawasan Malioboro Masih Aman

“Regulasi di UMBY  adalah membuat skema-skema pendanaan riset sesuai  tujuan meningkatan daya saing dan kerjasama,” kata Awan.

Bagaimana cara memenuhi target APT?  Sebanyak 10 persen riset harus join research.  Regulasi adalah sekurang-kurangnya satu program studi satu join research.

Agar sederhana, satu program studi satu community services. Target APT 1 universitas hanya cukup sembilan judul per tahun untuk join community services.

Tapi, antisipasinya  tidak hanya mengejar peringkat perguruan tinggi.

“Peringkat akreditasi prodi dikejar. Harapannya adalah setiap prodi 10 persen join research dan 5 persen join community services. Tergantung jumlah dosennya,” tambah Awan. (#)

penulis: asa | editor: sauki adham

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA