oleh

UGM Produksi Ventilator, Gubernur Tawarkan Skema Kerjasama

YOGYAKARTA – Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta memproduksi ventilator. Ada dua jenis ventilator yang dikembangkan. Yakni, ventilator yang dapat dimanfaatkan di intensive care unit (ICU) rumah sakit, dan ventilator non-ICU.

Rektor UGM, Prof Ir Panut Mulyono MEng DEng mengatakan dua ventilator tersebut dalam tahap uji coba produk di Surabaya, Jawa Timur. Juga dalam uji klinis di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Panut mengklaim ventilator ICU karya  UGM merupakan satu-satunya yang kali pertama diproduksi di Indonesia.

“Ventilator ini adalah karya anak bangsa,” kata Panut saat  mengenalkan produk ventilator kepada  Gubernur DIY, Sultan HBX di Kepatihan, Malioboro (7/7/2020)

BACA JUGA : Kasus Kekerasan di Yogyakarta Meningkat pada Pandemi Virus Corona

Anggota Tim Pengembang Ventilator,   Dr Adhika Widyaparaga ST MBiomed E menargetkan uji klinis  alat tersebut akan selesai akhir Juli mendatang.  Harapannya, awal Agustus mendatang sudah bisa digunakan.

Sampai sekarang,  UGM telah memproduksi 10 unit  ventilator non-ICU. Rencananya, kembali memproduksi 60 unit ventilator non-ICU.

Gubernur Sultan HB X memberi apresiasi ventilator karya  UGM. Sultan berharap produk alat kesehatan karya anak bangsa perlu didorong untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

BACA JUGA : Wisata Taman Sari Dibuka 8 Juli, Pengunjung Dilarang Sentuh Bangunan

Sultan mengakui kebiasaan birokrasi pemerintahan dan industri di Indonesia  lebih mementingkan impor produk  daripada memberi kesempatan produk lokal agar bisa bersaing.

“Jika tidak diberi ruang, bagaimana  bisa maju jika hanya mengandalkan impor yang maunya agar lebih gampang?”  ujar Sultan.

Sultan berharap produk riset jangan hanya selesai menjadi prototipe.  Lalu, disimpan sebagai pajangan. Ventilator bisa segera dikenalkan ke publik.

Raja Kraton Yogyakarta itu juga menawarkan skema kerjasama agar harga ventilator produksi dalam negeri tidak mahal. (#)

 

editor: sauki adham

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA