oleh

Tidak Semua Pelajaran bisa Pakai Sistem Online

YOGYAKARTA – Apa tanggapan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menyikapi orang tua siswa SD dan SMP yang mulai mengeluhkan belajar daring?

“Saya bisa memahami keluhan para orang tua,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori SE MSi kepada Berita649.Com, hari ini (20/7/2020).

Itulah sebabnya, Dinas Pendidikan sedang melakukan kajian. Kajian ini mencari solusi terhadap pembelajaran yang pas pada masa pandemi virus corona.

BACA JUGA : Jadi Beban Ekonomi, Belajar Daring Mulai Bikin Pusing Orang Tua

Proses belajar mengajar yang efektif. Juga tidak membebani orang tua. Budi menyebut sejumlah opsi yang sedang dikaji tim.

Misalnya, orang tua siswa datang ke sekolah mengambil materi pelajaran. Bahan pelajaran itu dibawa pulang. Lalu, dikomunikasikan dengan anak didik.

BACA JUGA : Jaga Jiwa Lebih Penting, Muktamar Muhammadiyah Belum Tentu Digelar Desember 2020

BUDI ASRORI

Selanjutnya, digarap anak di rumah. Tiga hari kemudian, hasil pekerjaan siswa dibawa orang tua ke sekolah.

Ada juga opsi guru mengunjungi siswa. Teknisnya, guru mendatangi siswa. Bisa di rumah atau tempat tertentu.

Ini dilakukan agara ada tatap muka antara guru dan siswa. Tapi, jumlah anak didik dibatasi guna memenuhi protokol kesehatan.

BACA JUGA : Duh, Warga DIY Positif Covid-19 Tambah 16 Orang

Budi mengatakan, program ini masih menjadi wacana. Belum dilaksanakan karena ada pro kontra di masyarakat.

“Memang idealnya belajar itu harus terjadi tatap muka antara guru dan siswa. Tapi, sekarang ini kan tidak mungkin?” ujarnya.

BACA JUGA : Suami Sakit, Anaknya Gangguan Jiwa, Menantu Difabel

Pertemuan antara guru dan siswa akan menguatkan kulitas belajar-mengajar. Selain itu, tidak semua proses belajar mengajar bisa dilakukan dengan sistem daring.

Misalnya anak didik yang belum bisa membaca atau menulis. Sistem belajar daring sulit dilakukan. Harus ada tatap muka.

Budi mengatakan, opsi belajar-mengajar di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang akan dilakukan Dinas Pendidikan tetap mengacu pada protokol kesehatan.

“Bagaimana caranya belajar bisa efektif tapi tidak mengabaikan aspek keselamatan siswa dan guru. Ini yang sedang kami kaji,” katanya. (#)

penulis: asa | editor: sauki adham

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA