oleh

Tertekan Melihat Pasien Ngeyel

BERITA649.COM – Panasnya perlengkapan APD, ditambah puasa yang harus dijalani saat bertugas, sama sekali tidak membuat dr Aulia Giffarinnisa bimbang menjadi relawan.

Ia justru semakin bersemangat berada di garis depan penanganan COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Jakarta.

Perempuan yang disapa Farin ini awalnya tidak didukung keluarga. Pasalnya, korban jiwa dan kasus positif terus bertambah.

Berperang dengan virus membuat keluarga mencemaskan keinginan Farin.

“Saya tidak menyerah dengan keinginan saya untuk mengabdikan diri. Saya terus meyakinkan orang tua dan keluarga,” kata Farin dalam dialog  “Berbakti untuk Kemanusiaan Tanpa Pamrih” (4/12/2020).

BACA JUGA: Saat Dirawat di Ruang Isolasi, Mertua Meninggal Karena COVID-19

Acara yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) di Media Center KPCPEN memperingati Hari Relawan Internasional pada 5 Desember.

Akhirnya izin dari orangtua  keluar pada Agustus lalu.  Ia mulai bertugas di Wisma Atlet pada bulan September.

Farin termasuk dokter muda dan dari daerah. Namun, ia merasa aman dan nyaman melayani pasien. Dia juga tidak merasa berjarak dengan tenaga medis dan kesehatan lain.

“Semuanya satu misi menangani COVID-19. Semuanya disiplin. Beda dengan di luar. Masih ada yang cuek dengan protokol kesehatan,” tuturnya.

Farin sempat tertekan saat menghadapi pasien yang ngeyel. Misalnya menghadapi pasien yang sering melepas selang oksigen.

Bila menemukan pasien-pasien seperti itu, Farin akan melakukan pendekatan secara psikologis.  Berusaha memahami pasien yang tertekan karena tidak ditemani keluarga.

Bagi Farin, pengalaman tidak terlupakan saat menyaksikan pasien yang satu bulan dirawat dengan gejala parah  hingga  sembuh. Dinyatakan negatif dan diijinkan pulang.

“Mari mencegah penularan dari diri sendiri dan orang di sekitar. Laksanakan protokol kesehatan 3M,” ajaknya. (nik/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA