oleh

Tepo Tahu Ces, Kuliner Magetan yang Bikin Ngeces

MAGETAN – Warung ini tidak begitu luas. Lebar sekitar panjang  5 meter, lebar 2 meter. Tapi, pelanggan warung ini luar biasa. Tak pernah sepi pembeli. Pembeli datang dan pergi sejak warung dibuka pukul 17.00 hingga tutup pukul 21.00 malam.

Warung ini benama “Lumayan”.  Menyuguhkan  kuliner khas Magetan, Jawa Timur. Yakni, tepo tahu ces. Lokasinya di Terminal Panekan, Kecamatan Panekan. Jaraknya sekitar 12 kilometer di barat Kota Magetan.

Di Magetan, tepo berarti kupat. Kuliner ini menyerupai tahu kupat ala Magelang, Jawa Tengah. Bedanya hanya pada varian.

BACA JUGA : Ingin Gunungkidul Makmur, Masyarakat Sejahtera

TEPO MAGETAN: Enak, murah, bikin kenyang. (aris untoro/berita649.com)

Tepo Tahu ces terdiri kupat, telur goreng dadar, tahu goreng, tempe goreng dan kuah yang didominasi butiran kacang.

Juga ada sensasi bawang merah goring dan sledri yang menggguhah selera. Kuliner ini diracik ahli pembuat tepo, Bu Juminah, 62 tahun.

Cara membuatnya, Juminah menyiapkan kupat yang sudah ditempatkan dalam piring. Selanjutnya,  telur ayam dimasukkan dalam wajan pengorengan. Disusul tahu dan tempe yang sudah dipotong-potong. Setelah matang,  tempe dan tahu dicampur dengan kupat.

BACA JUGA : Mahasiswa UMBY Raih Predikat 20 Best Paper

Telur dadar ditempatkan di atasnya. Lalu, diguyur dengan kuah yang terdiri kacang goreng yang telah dilembutkan. Ditambah sambal, sledri dan bawang merah goreng.

“Kalau soal pedas, bisa disesuaikan. Tergantung permintaan,” kata Juminah yang telah berjualan selama sepuuh tahun.

Satu porsi dengan telur seharga Rp 10 ribu. Tanpa telur Rp 8 ribu. Pada hari biasa, Juminah bisa menjual 150 porsi dalam waktu empat jam. Namun, sejak terjadi wabah virus corona, laku 80 porsi  hingga warung tutup. (#)

penulis: aris untoro | editor: sauki adham

 

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA