oleh

Tengkleng Enak Racikan Bu Nah, Bikin Tambah Lapar

MENU DAGING KAMBING: Tengkleng enak ala “Bu Nah”.

HOBI nguliner?  Ini adalah warung makan yang telah eksis sejak tahun 1980an. Lokasinya di kampung Kuncen, Wirobrajan. Warung ini menyuguhkan berbagai makanan dan lauk pauk khas Yogyakarta. Mulai rasa manis, asin hingga pedas. Juga tersedia berbagai minuman panas dan dingin. Para pelanggan menyebut tempat jajan ini bernama  warung makan “Bu Nah”. Dulu, tempat ini menjadi langganan  siswa STM Muhammadiyah 1 Yogyakarta.

Sekadar diketahui, sebelum menempati kampus di Jalan Pramuka Umbulharjo, STM Muhammadiyah yang kini berganti menjadi sekolah menengah kejuruan pernah menempati  kompleks ASRI untuk tempat belajar mengajar. Tak hanya STM Muhammadiyah 1. Kompleks perguruan pendidikan Muhammadiyah di ASRI juga pernah digunakan sebagai perkuliahan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kini, kampus UMY di Jalan Ring Road Selatan.

Sejak pagi hingga sore hari,  warung  ini dipadati  pelajar dan mahasiswa. Juga menjadi langganan para pegawai. Sekda DIY Bambang Susanto Priyohadi, Direktur Utama Bank BPD DIY Supriyatno (kini Dirut Bank Jateng, red) serta Kepala DPPKA DIY Bambang Wisnu Handoyo pernah mencicipi masakan Bu Nah.

Tapi, yang dicicipi makana kuliner yang berbeda. Kuliner ini baru tersedia setelah jam 12.00. Apa lagi kalau bukan tengkleng kambing. Menu ini disukai para pelanggan. Tak mengherankan bila tak sampai tiga jam,  tengkleng  seharga Rp 20 ribu per porsi ini sudah ludes.

Selain gurih, tulang kambing muda yang bikin rasanya memanjakan selera. “ Enak. Rasanya beda,” kata Abbas.

Bila ingin mencoba sensasi tengkleng “Bu Nah”, datang saja. Lokasinya berada di selatan makam Pakuncen. Depan Pasar Klitikan ada jalan ke barat. Lurus. Sampai pertigaan belok kiri. Ikuti jalan sepanjang kurang lebih 200 meter. Warung “Bu Nah” berada di kanan jalan. Buka setiap hari, kecuali Minggu. Pukul 07.00 – 15.00.

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA