oleh

Tempat Ini Potensi Rawan Penularan COVID-19

BERITA649.COM – Pelaku sektor pariwisata tetap mengedepankan protokol kesehatan. Kegiatan ekonomi harus memperhatikan protokol kesehatan.

Ketentuan tersebut  merujuk Kepmenkes HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat Fasilitas Umum dalam rangka Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

“Ada dua bagian utama dalam  keputusan tersebut,” kata Menteri Kesehatan RI, dr Terawan Agus Putranto pada menggelar Rakornas Kementrian Pariwisata dan Ekonomo Kreatif di Bali, 26-28 November.

Pertama, prinsip umum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19. Kedua, protokol kesehatan di 12 tempat dan fasilitas umum.

BACA JUGA: Pemilih Bawa Alat Tulis dan Tinta Tetes secara Mandiri

Wisata alam, wisata non alam, wisata kuliner, atau wisata budaya, atau kombinasi dari beberapa wisata  harus memperhatikan protokol kesehatan.

Terawan menyebut potensi rawan COVID-19  di tempat wisata adalah  area parkir, loket tiket, pintu masuk objek yang diminati, tempat ibadah, toilet, rumah makan dan pintu keluar.

Juga perlu  diperhatikan luas tempat kegiatan, jumlah tamu, kelompok rentan, lama kegiatan, dan lokasi kegiatan. Lalu, karakteristik kegiatan, antara lain  hiburan, menyanyi, dan ceramah.

 

Terawan juga menyebut akomodasi hotel, transportasi restoran, tempat belanja, oleh-oleh dan  destinasi wisata.

Protokol kesehatan yang harus diterapkan adalah melakukan pembersihan dengan desinfeksi secara berkala.

“Tetap memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, serta membiasakan pola hidup bersih sehat,” ajak Menkes seperti disiarkan Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI.

Menkes Terawan menegaskan,  sektor pariwisata pada masa pandemi COVID-19 harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. (ad/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA