oleh

Tangani Mahasiswa Terdampak Pandemi, UII Subsidi Rp 40 Miliar

SLEMAN – Selama setahun, Universitas Islam Indonesia (UII)  telah mengucurkan dana sebesar Rp 40 miliar lebih untuk subsidi pendukung kelancaran studi mahasiswa. Subsidi berupa pulsa dan pengurangan sumbangan penyelenggaraan pendidikan.

Rektor UII, Prof Dr Fathul Wahid menyatakan, penerima bantuan kuota internet sebanyak 7.247 mahasiswa. Universitas juga memberi bantuan berupa pengurangan nominal tanggungan mahasiswa sekitar 10-25 persen.

Fathul mengungkapkan,  bantuan paket internet pada awal pendemi sebagai respon cepat  mengurangi beban mahasiswa untuk biaya kuliah daring.

“Saat itu, bantuan dari negara belum ada,” kata Rektor Fathul  pada Rapat Terbuka Senat UII dalam rangka Milad ke-78, hari ini (12/3/2021).

BACA JUGA: Komunitas Pers Desak Segera Revisi UU ITE

Universitas juga mensubsidi SPP  berupa pengurangan beban pembayaran. Bantuan didasarkan pada tingkatkan keterdampakan dan proporsional. Semester ganjil 2020/2021 pada angsuran satu dan dua, ada potongan SPP 10 persen.

Mahasiswa terdampak ringan memperoleh potongan tambahan 15 persen, terdampak sedang 20 persen, dan terdampak berat 25 persen.

“Potongan SPP sepanjang 2020 sebesar Rp 26,8 miliar untuk 26.003 mahasiswa tingkat sarjana dan diploma,” lanjut Fathul.

Semester genap 2020/2021 untuk angsuran tiga dan empat. Besaran potongan mencapai Rp13,3 miliar bagi 22.113 mahasiswa.

Peduli Dampak Covid

Fathul mengatakan UII menghadapi dampak pendemi dengan strategi tetap produktif dan peduli. Bentuknya, sivitas akademika memproduksi beragam alat pelindung diri, faceshield, masker, baju hazmat, cairan pembersih tangan, dan tempat cuci tangan portabel.

Semua APD dan alat pendukung kesehatan dibagikan kepada publik, termasuk rumah sakit, puskesmas, klinik kesehatan, dan posko penanganan COVID-19 secara gratis.

Sebanyak 3.500 pelindung wajah, 3.000 masker, dan 750 baju hazmat sudah terdistribusi ke 98 fasilitas kesehatan.

Sementara Ahli Farmasi UII, Prof Dr Yandi Syukri APt menjelaskan solusi mengurangi wabah COVID-19 perlu peran nanomedicine. Sejumlah penelitian dan ujicoba metode itu menggunakan pendekatan berbasis nanoteknologi, termasuk pengembangan disinfektan dan handsaitiser antivirus. (mkb/asa)

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA