oleh

Tamu dari Zona Merah Diminta Tunda ke Yogyakarta

YOGYAKARTA – Wakil  Walikota Heroe Poerwadi meminta tamu-tamu dari kota zona merah menunda dulu bepergian ke Kota Yogyakarta. Sementara warga diminta tetap mewaspadai kasus orang tapa gejala (OTG) yang belakangan banyak ditemukan di Kota Yogyakarta.

Pada bagian lain, Heroe menyatakan sangsi sosial dan denda akan diberlakukan kepada siapapun yang  tidak menjalankan protokol Covid 19. Peraturan ini berlaku bagi siapa siapa saja. Mulai  warga, pelaku usaha atau siapapun.

“Juga ada opsi penutupan. Tetapi,  jika tidak keterlaluan pasti tidak diambil,” kata Heroe kepada wartawan, sore tadi (10/9/2020).

BACA JUGA : 26 Kepsek Curhat tentang Belajar di Pandemi Covid-19

Namun, Heroe meyakini warga Kota Yogyakarta bisa diajak kerjasama melaksanakan protokol kesehatan.  Wawali juga berharap pelaksanaan monitoring  terhadap orang yang pulang atau dari bepergian luar kota terus dilakukan.

Harus melakukan isolasi mandiri selama 10 hari. Kata Heroe, Pemkot Yogyakarta tidak akan menambah peraturan. Tapi melakukan penguatan peraturan  agar sebaran Covid 19 tidak menyebar semakin  meluas.

Sementara mengantisipasi bertambahnya warga terinfeksi Covid-19, Pemkot Yogyakarta menurunkan dua tim. Tim ini bertugas melakukan penegakan protokol kesehatan.  Pertama, Tim Gumaton melakukan monitoring dan penertiban di kawasan sumbu filosofi.

BACA JUGA : 5.830 Mahasiswa Baru UII Ikuti Kuliah Perdana Daring

Area kerja mulai Tugu Pal Putih, Malioboro hingga Kraton Yogyakarta. Kedua, Tim Gabungan beranggotakan Satpol PP, TNI dan Polri. Tim ini bertugas melakukan penertiban di luar wilayah yang ditangani Tim Gumaton.

“Dua tim ini tugasnya memastikan semua masyarakat menjalankan protokol Covid-19 secara sungguh dan disiplin,” pinta Heroe. (#)

penulis: asa | editor: sauki adham

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA