oleh

Tak Perlu Panik Respon Mutasi Baru Virus Corona

BERITA649.COM – Temuan mutasi baru Virus Corona di Inggris, yang disusul Australia, Belanda, Denmark, Perancis, dan Singapura, harus menjadi perhatian. Sikap responsif tak perlu diikuti pendekatan panik.

“Karena mutasi baru virus tidak otomatis  menjadikan tingkat bahayanya lebih tinggi,” kata Ketua Kelompok Kerja Genetik FKKMK UGM, dr Gunadi PhD kepada pers hari ini (26/12/2020).

Varian baru virus dikenal dengan nama VUI 202012/01 (Variant Under Investigation tahun 2020 bulan 12 varian 01).  Gunadi mengatakan dalam varian VUI 202012/01 telah ditemukan di 1,2 persen virus pada database GISAID.

BACA JUGA: Hadapi COVID-19, Sistem Kesehatan Nasional Perlu Diperkuat

Sebanyak 99 persen varian tersebut dideteksi di Inggris. Disusul  Irlandia, Perancis, Belanda, Denmark, Australia. Para peneliti Asia menemukan tiga kasus serupa di Singapura, Hong Kong dan Israel.

Para ahli menggolongkan varian virus mutasi yang paling berpengaruh adalah mutasi N501Y. Mutasi ini terletak di Receptor Binding Domain (RBD) yang merupakan bagian protein S yang berikatan langsung dengan ACE2 receptor untuk menginfeksi sel manusia.

Kata Gunadi, prevalensi penularan antarmanusia mencapai 70 persen. Namun, mutasi ini belum terbukti lebih berbahaya atau varian mutasi baru lebih ganas.

“Mutasi ini belum terbukti mempengaruhi efektivitas vaksin Corona yang ada,” terangnya.

BACA JUGA: Kapolri: Nataru Jangan Sampai Muncul Klaster Baru

Gunadi  menyarankan perlu kombinasi beberapa gen. Misalnya gen N, gen orf1ab, gen S, dll. Karena varian baru tersebut terdiri multipel mutasi pada protein S.

Diagnosis COVID-19 sebaiknya tidak menggunakan gen S, karena bisa memberikan hasil negatif palsu.

Menyatakan peran surveilans genomik sangat penting untuk identifikasi mutasi baru. Pendekatannya, pelacakan asal virus, dan isolasi terhadap pasien yang diduga membawa mutasi baru virus.

“Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan selama tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan secara disiplin dan berkelanjutan,” katanya. (mkb/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA