oleh

Tak Akan Bayar Pajak Bumi dan Bangunan

YOGYAKARTA – Sejumlah warga menyatakan tidak akan membayar pajak bumi dan bangunan (PBB). Alasannya kenaikan PBB hingga 400 persen sangat memberatkan. “Saya tetap tidak akan bayar pajak bumi dan bangunan. Ini sangat tidak masuk akal,” kata Dayat, warga Janturan Umbulharjo kepada Berita649.Com, hari ini ( 27/2/2020).

DAYAT: Menolak bayar PBB.

Dayat mengungkapkan, pajak bumi dan bangunan yang dibayarkan tahun 2019 sebesar Rp 240 ribu. Setelah perubahan besar pajak, ia harus membayar Rp 2 juta lebih. Dayat justru menyesalkan kebijakan pemerintah daerah yang dianggap tidak memahami kondisi masyarakat. Sikap serupa juga disampaikan Farchan warga Muja Muju. Pria berkacamata ini menolak membayar PBB tahun 2020. Alasannya persis yang disampaikan Dayat.

“Kenaikannya sangat memberatkan. Tidak masuk nalar,” katanya kesal. PBB yang dibayarkan tahun 2019 sebesar Rp 9 juta. Kini, ia ditagih sebesar Rp 29 juta.

Kepala Dinas Informasi Komunikasi dan Persandian Kota Yogyakarta  Tri Hastono (Kelik) mengatakan bila ada wajib pajak yang keberatan terhadap besar tagihan PBB, bisa mengajukan disepensasi. Surat permohonan dilayangkan kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta.

“Atau wajib pajak juga bisa membuka helpdesk untuk mendapatkan informasi dan konsultasi,” kata Kelik.

Berdasarkan data BPKAD, jumlah wajib pajak di Kota Yogyakarta sebanyak 95.273. Dari jumlah itu, tagihan yang mengalami kenaikan antara 300 sampai 400 persen sekitar 150 wajib pajak. Sedangkan  kenaikan tagihan lebih dari 400 persen hanya 51 wajib pajak.

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA