oleh

Suratnya Pendek, Ceramah Dibatasi Maksimal 10 Menit

YOGYAKARTA – Ratusan jamaah melaksanakan shalat taraweh hari pertama di Masjid Gedhe Kauman, malam ini. Jamaah memadati shof sekitarsetengah jam sebelum dilaksanakan shalat Isya.

Pada shalat taraweh tahun ini, Takmir Masjid Gedhe Kauman memberlakukan protokol kesehatan secara ketat. Pintu masuk hanya dibuka di sayap utara dan selatan. Sementara pintu utama yang menghadap timur ditutup.

Saat memasuki masjid, petugas meminta jamaah cek suhu badan. Alat cek suhu badan ditempatkan di selatan dan utara. Selanjutnya, petugas langsung mengarahkan para jamaah menempati shof yang masih kosong.

BACA JUGA: Jadi Media Profesional, AMSI DIY Perkuat Kerjasama Bisnis

Setiap jamaah telah membawa sajadah. Sementara posisi antar jamaah berjarak sekitar 1 meter. Takmir Masjid Gedhe Kauman, Ir H Azman Latif dalam sambutan mengatakan pelaksanaan shalat taraweh pada ramadhan tahun ini merujuk keputusan Majelis Tarjih Muhammadiyah.

“Diperbolehkan. Tapi, tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Azman sebelum menunaikan shalat taraweh.

Azman mengungkapkan, ayah-ayat Alquran yang dibacakan dalam shalat taraweh adalah surat-surat pendek. Tidak perlu panjang, mengingat masih dalam suasana pandemi virus corona.

Sementara pengajian menjelang shalat taraweh hanya berlangsung paling lama 10 menit.

Berdasarkan pemantauan jurnalis BERITA649.COM, jamaah yang melaksanakan shalat taraweh hari pertama membludak.  Jamaah tak hanya dari kampung Kauman. Tapi, juga penduduk yang tinggal di kampung lain. (aza/asa)

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA