oleh

Sultan HB X: Bukan Karakter Kita Berbuat Anarkis di Kota Sendiri

YOGYAKARTA – Aksi unjuk rasa menolak Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja di Malioboro berujung ricuh. Entah siapa yang memulai, aksi yang semula berjalan damai mendadak ricuh.

Ini terjadi sekitar pukul 13.45. Lokasi kericuhan berada di kawasan Gedung DPRD DIY Jalan Malioboro. Akibat kericuhan ini,  sejumlah kendaraan operasional Polda DIY mengalami kerusakan. Ruang komisi B DPRD DIY yang berada di ujung barat sisi utara juga rusak.

Pintu kaca pecah. Semua berserakan. Tak jauh dari DPRD DIY, fasilitas umum juga rusak. Pot tanaman sepanjang Jalan Malioboro pecah.  Bahkan, sebuah rumah bertingkat yang berada di selatan gedung DPRD DIY terbakar.

BACA JUGA : UGM Kampanye Pakai Masker dan Cuci Tangan

Kantor Pos Polisi yang berada di selatan Taman Parkir Abu Bakar Ali juga dalam kondisi memprihatinkan.  Sementara itu setelah terjadi kericuhan saat aksi Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja di Malioboro, beredar rekaman suara Gubernur Sultan Hamengku Buwono X.

Durasinya sangat singkat. Dalam video singkat yang dibagikan di sosial media, Sultan menyatakan Yogyakarta dengan masyarakatnya tidak pernah memiliki itikad membangun anarki untuk aktifitas yang dilakukan kelompok kelompok masyarakat.

“Saya Hamengku Buwono X mengimbau dan berharap kepada warga kelompok kelompok masyarakat. Bukan karakter kita untuk berbuat anarkis di kota sendiri,” kata Sultan.

Sementara sejak pukul 18.00 malam tadi, puluhan petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta  membersihkan kawasan Malioboro yang amburadul. Kegiatan bersih-bersih ini juga diikuti puluhan relawan dan pedagang kaki lima. (aza/asa)

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA