oleh

Sultan: Among Tani jadi Resolusi Pandemi Covid-19

SLEMAN – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta Hilman Tisnawan mengatakan DIY memasuki resesi dengan pertumbuhan negatif pada dua kuartal berturut-turut.  Penurunannya hingga  minus 6,74 persen.

Namun, sektor pertanian justru mampu bertumbuh. Penurunan ekonomi di DIY mengakibatkan inflasi yang rendah. Namun, inflasi berpotensi meningkat sejalan perbaikan ekonomi.

“Tantangan inflasi pada era pandemi adalah permintaan yang masih lemah. TPID perlu menjaga ekspektasi dan mendorong konsumsi dengan digitalisasi,” kata Hilman pada Rakorda Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY yang digelar di MICC Hall Alana Hotel (14/9/2020).

Hilman menambahkan, ekonomi global  terkontraksi pada triwulan II tahun 2020. Diperkirakan masih menurun pada triwulan III 2020. Namun,  kembali membaik pada triwulan IV 2020.

BACA JUGA: PWI DIY Gelar Konferda, Tentukan Arah Program Kerja

Gubernur Sultan HB X  mengatakan inflasi dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, inflasi rendah akibat Covid-19 justru mempersulit stabilitas ekonomi. Sebaliknya, jika terjadi deflasi pasti disertai penurunan harga.

Sultan menyebutkan DIY telah mengalami deflasi per Agustus 2020 sebesar 0.04 persen. Deflasi  terjadi di tengah aktivitas ekonomi yang mulai bergerak, terutama industri pariwisata dan perdagangan ritel. Angka tersebut menjadikan laju inflasi hingga Agustus 2020 sebesar 0,68 persen.

“Kegiatan ekonomi tetap harus bergerak. Jika tidak, akan mengalami resesi berkepanjangan dengan pertumbuhan ekonomi minus berturut-turut,” kata Sultan.

BACA JUGA : Sate dan Tongseng yang Bikin Rindu Jogja

Sultan mengatakan perlu menyediakan cadangan lumbung pangan. Modernisasi konsep among tani di DIY haus digelorakan.

“Dukung, sebarkan, dan bagikan langkah ini sebagai resolusi pandemi Covid-19. Lawan Corona dengan terus kreatif dan berkarya di lahan sendiri,” pinta Sultan.

Pada acara ini, Gubernur  juga memberikan Surat Keputusan kepada Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad untuk bertanggungjawab dalam mengembangkan Usaha Mikro dan Menengah di DIY. (#)

penulis: asa | editor: sauki adham

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA