oleh

Soto Pites Mbah Galak, Soto Legenda Pasar Beringharjo

YOGYAKARTA – Surga kuliner itu ada di Pasar Beringharjo. Apa saja ada. Salah satunya kuliner soto.

Lokasinya di Pasar Beringharjo lantai 1. Warungnya diberi nama Soto Pites Mbah Galak.

Soto ini telah berusia 70 tahun lebih. Sebelum menetap di Pasar Berigharjo, soto dijual menggunakan alat pikul.

BACA JUGA: Pandemi Virus Corona, Pemkot Yogyakarta Lakukan Refocusing Anggaran

Dijajakan di jalan yang dilewati sejak tahun 1950. Lalu, berhenti di depan Pasar Beringharjo sisi timur. Tiga puluh lima tahun kemudian, berjualan di salah satu los di Pasar Beringharjo.

Jumlah pelanggan soto ini sudah tidak terhitung lagi. Penyuka Soto Pites Mbah Galak tidak hanya dari Yogyakarta.

Waktu itu, pelanggan kebanyakan orang-orang yang pernah tinggal di Yogyakarta. Pernah mencari rejeki di Pasar Beringharjo, Malioboro, dan tempat-tempat bisnis di sekitarnya.

BACA JUGA: Dibuka, Taman Pintar Yogyakarta Langsung Panen Pengunjung

SENSASI SOTO LEGENDARIS: Sudah berumur 70 tahun. (arisuntoro)

Kini, wisatawan lokal juga menjadi pelanggan. Bahkan, turis dari Belanda dan Malaysia pernah mencicipi soto ini.

Mengapa diberi nama Soto Pites Mbah Galak? Hariyadi, penjual generasi ketiga ini mengatakan ada  sejarahnya.

“Karena cabai dipites (ditekan red) pakai jempol,” terang Hariyadi yang tinggal di kampung Dagen, Yogyakarta.

Di warung ini, hanya mengeluarkan kocek Rp 15 ribu sudah bisa menikmati soto dan minuman. Ada dua pilihan. Bisa memilih daging ayam atau daging sapi.

Sedangkan minumannya kolang-kaling. Juga ada saparila. Warung dibuka pukul 07.00 hingga 15.00. (#)

reporter: aris untoro | editor: sauki adham

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA