oleh

Sodorkan Program Gandeng Gendong, Sabet Predikat Kota Terbaik ke-2 Nasional

Kota Yogyakarta menambah lagi predikat baru berskala nasional.  Kali ini mendapatkan Penghargaan Pemangunan Daerah (PPD) 2020 sebagai Kota Terbaik ke-2 Tingkat Nasional dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

____________

PRESTASI menggembirakan ini tidak terlepas dari suksesnya pelaksanaan Program Gandeng Gendong yang dilaunching 10 April  2018. Program ini yang menempatkan Kota Yogyakarta pada peringkat kedua setelah Kota Semarang. Disusul Kota Padang pada peringkat ketiga.

WAKIL WALIKOTA HEROE POERWADI

“Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi bagi daerah dengan perencanaan dan pencapaian pembangunan terbaik,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa  pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nasional  melalui video conference di Jakarta (30/4/2020).

Penghargaan tersebut sangat menggembirakan. Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mensupport Program Gandeng Gendong.

Heroe mengatakan, Kota Yogyakarta pada tahun 2019 menempati peringkat ke empat. Lonjakan dua angka pada tahun ini adalah bukti keseriusan Pemkot Yogyakarta melayani masyarakat secara serius dan berkelanjutan. Penghargaan ini bukti keseriusan menata perencanaan yang benar sehingga semakin efisien dan efektif.

“Saat presentasi penilaian, salah satu yang kami angkat tentang Program Gandeng Gendong,” terang Wawali.

Presentasi kepada tim penilai, Pemkot Yogyakarta juga membeberkan  proses membangun bisnis yang melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mencapai target tertentu sebagai gerakan bersama.

Heroe menyebut Gandeng Gendong memiliki kesesuaian dengan program pemerintah pusat maupun pemda DIY. Bappenas menilai Gandeng Gendong berhasil sebagai penguatan modal sosial, pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan di pinggiran sungai Code, Winongo, dan Gajahwong.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono mengatakan, penilaian juga dilakukan terhadap dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2020 dan dokumen inovasi, presentasi dan wawancara,  serta verifikasi kunjungan lapangan.

Namun karena Pandemi Covid-19, presentasi dan wawancara dimodifikasi dalam bentuk video conference yang dilakukan 3 April 2020.

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA