oleh

Soal COVID-19, DIY Masuk Risiko Sedang

YOGYAKARTA – Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono menyebutkan angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia meningkat 7,48 persen dibandingkan  seminggu lalu.

Penyebabnya adalah kendornya protokol kesehatan serta tren mutasi virus yang berubah. DIY menduduki posisi risiko sedang. Berada pada garis warna kuning.

Artinya, bisa terjadi perpindahan warna kuning menjadi merah bila kurang waspada terhadap penanganan dan pencegahan COVID-19.

BACA JUGA: Diproduksi di Umbulharjo, Dipakai Warga Jepang

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan varian B.1.617 sudah ditemukan di 17 negara, termasuk Indonesia.

Sebagian besar  berada di India, Inggris, AS, dan Singapura. Di Singapura tren B.1.617 terus meningkat.

“Perlu diwaspadai, mengingat Singapura merupakan negara tetangga yang wilayahnya berdekatan dengan  Indonesia,” kata Dante pada Rapat Koordinasi secara daring, hari ini (3/5/2021).

Rakor yang difasilitasi Kementrian Dalam Negeri diikuti Menteri Perhubungan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, Jaksa Agung, dan Kepala BNPB.

BACA JUGA: Syukuran Gelar Doktor jadi Ajang Reuni Fortakgama

Gubernur  Sultan Hamengku Buwono X, beserta jajaran Forkopimda DIY juga mengikuti rakor melaui daring di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Agenda rakor membahas pengetatan mobilitas warga dan peniadaan mudik Idul Fitri 1442 H.

Kepala BNPB Doni Monardo mengungkapkan tren penularan COVID-19 memiliki angka positif lebih tinggi daripada angka kesembuhan.

Salah satu cara memutus mata rantai penularan virus corona adalah mengurangi mobilitas. (aza/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA