oleh

Siapkan Puluhan Ribu Vaksinator

BERITA649.COM – Pemerintah telah mempertimbangkan berbagai aspek untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Mulai  logistik hingga sumberdaya manusia (SDM) vaksinasi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, persiapan prosedur untuk menjaga suhu vaksin atau cold chain sudah berjalan  baik.

Coldchain bertujuan menjaga kualitas maupun efektivitas. Saat ini rata-rata kesiapan cold chain yang berfungsi di Indonesia mencapai 97 persen.

Dokter umum, dokter spesialis, perawat dan bidan sudah dipersiapkan. Wiku menyebut jumlah SDM  yang dipersiapkan sebanyak 739.722 orang.

Vaksinator di Puskesmas dan rumah sakit sebanyak 23.145 orang.

BACA JUGA: Informasi Awal, DIY Terima 2,2 Juta Vaksin

“Atau secara rasio sebesar 1 : 20 di seluruh Indonesia,” kata  Wiku dilansir kanal YouTube Sekretariat Presiden, 29 Oktober lalu

Masyarakat diminta bersabar menanti proses vaksinasi.  Tetap memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Vaksin-vaksin yang ada sedang dalam tahap uji klinis fase 3. Uji klinis untuk memastikan keamanan, efek samping dan rentang dosis aman yang akan digunakan untuk manusia.

Pemerintah masih menunggu hasil uji klinis fase 3, serta transfer dokumen Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk dianalisa. Pemerintah menekankan upaya pengembangan vaksin dilakukan secara hati-hati. Berpedoman pada standar kesehatan.

Setelah lulus uji standar kesehatan, Badan POM akan mengeluarkan emergency use of authorization. Wiku meminta pemerintah daerah terus meningkatkan pemeriksaan. Sementara masyarakat  diimbau  segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala COVID-19.

Testing juga harus dilakukan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan. Testing menjadi prasyarat sebelum melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi tertentu sesuai kebijakan Menteri Perhubungan.

Kata Wiku, keberhasilan menangani COVID-19 bergantung kepada kedisiplinan seluruh elemen masyarakat  menerapkan protokol kesehatan.

“Semakin masyarakat disiplin, semakin efektif penanganan pandemi COVID-19,” kata Wiku. (aza/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA