oleh

Sepulang Unjuk Rasa, Mahasiswa UMY Dikarantina

BANTUL – Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjalani karantina setelah mengikuti unjuk rasa  menolak UU Cipta Kerja. Aksi berlangsung di Malioboro, 8 Oktober lalu.

Kebijakan karantina mandiri dilakukan oleh UMY untuk mencegah penularan COVID-19. Deputy Incident Commander, Incident Command System (ICS) UMY, Sri Atmaja P Rosyidi  ST MScEng PhD PE mengatakan masa karantina selama 10 hari.

BACA JUGA: PSBB, Penerbangan di YIA Belum Signifikan

 

“Karantina mandiri yang harus mereka jalani selama 10 hari ke depan untuk melihat kondisi preventif COVID-19,” kata Sri seperti dilansir umy.ac.id.

Bila selama menjalani karantina, mahasiswa merasakan gejala COVID-19,  penanganan akan langsung diambil alih  Tim Kesehatan Satgas COVID-19 UMY untuk penanganan lebih lanjut.

UMY juga akan memberi fasilitas pemeriksaan tes swab. Kata Sri, ini adalah skema yang diterapkan UMY.  Sudah berjalan untuk menangani civitas akademika yang hasil pemeriksaan dinyatakan reaktif atau positif.

BACA JUGA: Kerugian Kerusuhan Sebesar Rp 750 Juta

Itulah sebabnya, UMY  melakukan pendataan siapa saja yang ikut aksi, nomor telepon, alamat kos, serta alamat dan nomor telepon orang tua wali mahasiswa.

“Ini kami lakukan sebagai upaya  menekan jumlah penyebaran COVID-19. Karena dalam kegiatan unjuk rasa, mereka tidak bisa melakukan physical distancing,” kata Sri memberi alasan. (ad/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA