oleh

Sepi Pembeli, Putri Mbah Marijan Kembali Berjualan di Kinahrejo

SLEMAN – Panut Utomo, 50 tahun, putri pertama almarhum Mbah Maridjan curhat soal pengelolaan wisata di lereng Gunung Merapi. Pendapatan masyarakat dari berjualan di kawasan pintu masuk menuju Kinahrejo dalam kurun setahun terakhir sepi. Bahkan, terus merosot.  Para pedagang mengeluh karena dagangannya tidak banyak yang laku.

“Saiki sepi. Ora ono wong tuku (sekarang sepi. tidak ada yang membeli),” keluh Panut menuturkan kepada portal Berita649.Com, akhir pekan lalu.

JALAN TEMBUS: Wisatawan sedang melewati portal di Kinahrejo. (saukiadham)

Bahkan pada musim liburan, dagangan sepi, terutama makanan dan minuman. Mereka adalah pedagang dari Kinahrejo, Ngrangkah dan Panguk yang merupakan wilayah Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Mereka sehari-hari berjualan di kawasan parkir kendaraan sepeda motor, mobil pribadi dan bus wisata. Kata Panut, wisatawan banyak yang terserap di bisnis jeep wisata.

Tidak banyak wisatawan yang turun dan jalan-jalan. Apalagi membeli makanan, minuman dan cindera mata. Terlebih setelah wilayah Ngrangkah tidak diperolehkan lagi ada ojek. Pedagang makanan dan minuman semakin banyak yang tidak laku. Dulu, ketika ada larangan menggunakan kendaraan sampai Kinahrejo, pendapatan penduduk masih lumayan. Bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, sejak ojek dilarang. Lalu, jeep wisata bisa membawa penumpang ke Kinahrejo, banyak warung di Ngrangkah tutup. Itulah sebabnya, Panut kini meninggalkan warung yang berada di Ngrangkah. Ia membuka kembali warung di Kinahrejo. Warung yang pernah eksis pada tahun 80an hingga sebelum erupsi Merapi tahun 2010. Panut berharap, warung yang dibuka kembali sejak dua minggu lalu itu bisa memberinya rejeki.

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA