oleh

Sempat Curhat soal Rasa Kering Tanpa Penonton

BERITA649.COM – Sehari sebelum meninggal dunia, Dalang Ki Seno Nugroho sempat manggung. Dalang yang sedang naik daun ini menyuguhkan lakon  Pandawa Bangkit.

Ki Seno Nugroho siaran langsung dari kediamannya di Dusun Gayam, Argosari Sedayu, Kabupaten Bantul pada tanggal 2 November 2020 malam.

Acara pentas wayang ini diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dan Kementrian Kominfo.

Pentas wayang hanya berlangsung hampir empat jam dilakukan secara virtual. Disiarkan kanal Dalang Seno dengan 451 ribu subscriber.

BACA JUGA: Ini Strategi bila Terjadi Lonjakan Kasus Positif

Penonton juga dibatasi. Tidak banyak. Hanya kru dan pekerja teknis. Jumlahnya sesuai ketentuan protokol kesehatan.

Dalam pentas climen yang digelar singkat, Ki Seno Nugroho lewat dialog Bagong, Petruk dan Gareng  berdialog soal pencegahan COVID-19 dengan protokol kesehatan.

Mulai memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.  Dialog Gareng, Petruk dan Bagong juga  menyampaikan keluh kesah dampak pandemi COVID-19 yang berkepanjangan.

Dalam obrolan santai, Gareng mengungkapkan ekonomi ambruk. Termasuk nasib para seniman yang kehilangan job.

BACA JUGA: 44 Kandidat Vaksin COVID-19 Masuki Uji Klinik

Itulah sebabnya, Gareng mengajak Petruk tetap semangat. Terus gotong royong untuk menyudahi pandemi COVID-19.

“Makane COVID-19 ndang rampung. Ekonomi pulih,” ujar Gareng.

“Tanggapan lancar. Opo opo entuk pentas ning njobo. Hooh tho Truk?” sambung Bagong.

“Iyo,” jawab Petruk.

Gareng pun menanyakan kepada Petruk dengan kondisi sekarang.

“Jawaban jujur. Samben dino climen. Ning atimu brontak tho sak tenane?” tanya Gareng.

BACA JUGA: Menemui Sultan HB X, Mahasiswa Nyatakan Tak Lakukan Anarkisme

Petruk pun mengiyakan. Karena seniman itu senang ditonton masyarakat secara langsung. Bisa menghibur masyarakat.

Bukan berkomunikasi lewat streaming. Kata Petruk, meski ditonton puluhan ribu orang melalui streaming, kalau tidak mendengar suara penonton, rasanya kering.

“Ning ati ora marem. Pingine ditonton cedak panggung. Mburi  panggung. Nek pas lucu, gerrrr kabeh,” kata Petruk.

Itulah sepenggal pentas yang dimainkan Ki Seno Nugroho sebelum pergi selama-lamanya.  Seno meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Gamping, 3 November 2020 sekitar pukul 22.00.

Almarhum meninggalkan Agnes Widiasmoro, isterinya, dan tiga anak. Ki Seno Nugroho dimakamkan di Semaki Gede, Umbulharjo. Di tempat ini juga ada makam Dalang Ki Parman, ayahnya.  (aza/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA