oleh

Sebagian Kubah Lava 2018 Ambrol

BERITA649.COM – Apa yang terjadi pada Gunung Merapi pada tanggal 13-19 November? Berikut sejumlah kejadian yang dilaporkan BPPTKG Yogyakarta.

Tanggal 14 November 2020 pukul 06:15, teramati guguran ke arah hulu Kali Lamat dengan jarak luncur maksimal dua kilometer.

Terdapat perubahan morfologi kubah. Yakni,  runtuhnya sebagian kubah lava tahun 2018. Meski demikian, belum teramati munculnya kubah lava baru di puncak Merapi.

Sementara hasil analisis data drone teramati perubahan morfologi dinding kawah akibat runtuhnya lava lama. Terutama Lava1997 (Selatan), Lava1998, Lava 1888 (Barat), dan Lava1954 (Utara).

BACA JUGA: Tips Atasi Anak Stres saat Pandemi COVID-19

Sampai tanggal 16 November 2020, volume kubah lava mencapai 200.000 m³. Sedangka intensitas kegempaan lebih tinggi dibandingkan minggu lalu.

Deformasi Merapi yg dipantau dengan EDM menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 9 cm per hari dari reflektor RB1 dan RB2.

Lantas, apa kesimpulannya? Terdapat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi, sehingga status aktivitas ditetapkan dalam tingkat aktivitas “siaga”.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dan awan panas sejauh maksimal 5 km. (nik/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA