oleh

Satgas Operasikan BLC, Pantau Wilayah Tak Patuh Protokol Kesehatan

BERITA649.com –  Satgas Penanganan COVID-19 melakukan inovasi baru menangani pandemi COVID-19 di Indonesia. Inovasi itu berupa sistem Bersatu Lawan COVID-19 (BLC) Monitoring Perubahan Perilaku.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito menerangkan sistem ini dirancang untuk menghasilkan data realtime, terintegrasi, sistematis, dan interoperabilitas.

Operasional sistem  tersebut  melibatkan koordinasi antar-lintas sektor.

“Petugas di lapangan dapat memasukkan data  pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan masyarakat di lokasi pengawasan secara realtime,” jelas Wiku saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan COVID-19 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden (27/10/2020).

BACA JUGA: Waket MPR Apresiasi Sultan Atasi COVID-19

Informasi akan diolah menjadi data statistik. Operator akan mengetahui lokasi terjadinya pelanggaran protokol kesehatan. Selanjutnya data statistik digunakan untuk mengoptimalisasi pelaksanaan operasi yustisi.

Fitur yang terdapat dalam sistem BLC Perubahan Perilaku adalah kuesioner untuk melaporkan kerumunan. Juga memonitor kepatuhan individu dan institusi terhadap protokol kesehatan.

Hasil pelaporan monitoring berupa dashboard nasional yang berbentuk alat navigasi. Sistem ini sudah berjalan selama 4 minggu. Sudah ada 18.960.212 orang yang dipantau dengan 3.480.380 titik pantau se-Indonesia.

Dashboard juga dapat memetakan wilayah yang kedisiplinan protokol kesehatan harus ditingkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan.

Pengoperasian sistem tersebut, Satgas Penanganan COVID-19 mempertimbangkan aspek kemitraan. Saat ini telah kerjasama dengan TNI yang menurunkan  95.392 personil lebih dan Polri 196.668 personil.

Sedangkan duta perubahan perilaku sebanyak 17.199 orang. Terdiri  Petugas Lapangan Keluarga Berencana, mahasiswa, dosen, Koalisi Kependudukan Indonesia, Koalisi Muda Kependudukan dan Satuan Polisi Pamong Praja.

“Para petugas ini akan melaporkan setiap detik,” kata Wiku.

Wiku menegaskan, tidak ada toleransi terhadap ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan. Jika ada bukti pelanggaran, konsekuensinya ditindak. (ad/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA