oleh

Pilih Pengelola Sampah Kreatif, Bank Indonesia Siapkan Jutaan Rupiah

YOGYAKARTA – Persoalan aktual yang kini menjadi problem adalah sampah rumah tangga. Pertambahan penduduk meningkatkan produksi sampah.

Sampah semakin menjadi persoalan ketika tempat pembuangan akhir (TPA)  tidak mampu menampung produksi sampah yang terus menggunung.

Menghadapi problema “penjajahan sampah“ yang terus membesar, perlu kreativitas mengelola sampah.

Bank Indonesia, Generasi Baru Indonesia (GenBI) dan Paguyuban Bank Sampah DIY menggelar kegiatan bertajuk “Merdeka dan Kreatif Mengelola Sampah“.

BACA JUGA : Keris dan Tombak Jaman Kerajaan di Indonesia Ada di Tempat Ini

Kegiatan ini berupa lomba mengelola sampah rumah tangga di kompleks Perumahan Bank Indonesia DIY di wilayah Terban, Yogyakarta.

Sampah diolah menjadi lebih bernilai. Misalnya untuk meningkatkan keindahan dan kenyamanan lingkungan.

“Sampah anorganik dibuat beragam barang yang bisa dimanfaatkan untuk hiasan memperingati HUT Kemerdekaan RI. Sedangkan sampah organik dikelola dengan lodong sisa dapur (Losida).

BACA JUGA : Mau Jualan Nasi dan Snack di Pemkot Yogyakarta? Download Saja Aplikasi Nglarisi

Losida ini  dihias dan ditempatkan di halaman rumah menjadi bagian dari estetika lingkungan,“ ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hilman Trisnawan.

Acara ini akan dilaksanakan Minggu, 16 Agustus 2020 pukul 07.30 hingga 13.00. Bank Indonesia menyediakan hadiah jutaan rupiah bagi pemenang lomba “Merdeka dan Kreatif Mengelola Sampah“.

Sampai hari ini, 54 peserta dari GenBI dan Paguyuban Bank Sampah DIY telah terdaftar sebagai peserta. Mereka terbagi dalam sembila kelompok.

BACA JUGA : LOWONGAN KERJA untuk Posisi HRD Officer dan Front Office Admin

“Dari kegiatan ini, otomatis kami akan mendapatkan jejak yang terus bisa dimanfaatkan. Selain hiasan daur ulang yang bisa dipasang hingga akhir Agustus, juga ada Losida yang bisa digunakan mengelola sampah organik sisa dapur,“ kata Hilman.

Sekretaris Paguyuban Bank Sampah DIY, Erwan Widyarto mengapresiasi kegiatan Bank Indonesia Perwakilan Yogya ini. Kata Erwan,  menggelar lomba sekaligus mengelola sampah rumah tangga merupakan ide luar biasa.

“Momentumnya pas. Kreativitas peserta pasti akan muncul secara maksimal,” ujarnya.

BACA JUGA : Akhir Pekan Kemarin, Wisata Dieng Dikunjungi 16 Ribu Orang

Itulah sebabnya ketika diajak kolaborasi, Erwan langsung mengiyakan. Apalagi Paguyuban Bank Sampah DIY selama ini bergiat pada persoalan sampah rumah tangga.

Erwan menjelaskan, Losida merupakan teknologi pengelolaan sampah organik rumah tangga yang mudah, murah dan efisien. Tidak perlu lahan besar, tidak butuh banyak biaya.

Hanya perlu pipa paralon sepanjang 120 cm. Paralon itu ditanam di tanah atau di pot besa. Losida bisa dimanfaatkan untuk menampung limbah sisa dapur maupun sampah organik lain, seperti dedaunan dan sisa buah-buahan. (#)

 

penulis: asa | editor: sauki adham

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA