oleh

Berurusan dengan Rentenir, Pedagang Pasar Tradisional Gulung Tikar

YOGYAKARTA – Akibat terjerat rentenir, tidak sedikit pedagang yang membuka usaha di pasar tradisional  akhirnya gulung tikar. Bisnis yang telah dibangun puluhan tahun lumpuh karena urusan dengan rentenir. Bahkan, ada pengusaha yang sukses, kini hanya berjualan di pinggir jalan. “Saya tidak perlu mengungkapkan identitasnya. Tapi, kami prihatin dengan  keadaan pedagang seperti itu” kata Kepala Bidang Pengembangan Penataan Pasar (P3P) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta, Gunawan Nugroho Utomo  kepada Berita649.Com, hari ini (4/2/2020).

Gunawan tidak mengetahui persis berapa banyak pedagang pasar tradisional yang bangkrut setelah berurusan dengan rentenir. Namun, menjadi komitmen Disperindag terus mengingatkan kepada para pedagang agar tidak lagi berurusan dengan rentenir. Pedagang disarankan memanfaatkan lembaga keuangan yang legal, aman, terjamin dan profesional. Itulah sebabnya, Gunawan menyambut positif semua pihak yang ingin mempersempit gerak rentenir di pasar tradisional.

“Karena itu, kami menyambut baik ketika Bank Jogja mengajak kami bekerjasama memerangi rentenir,” kata Gunawan. Namun,  Gunawan belum mengetahui persis program yang akan dijalankan Bank Jogja. “Kami baru akan bertemu untuk membicarakan langkah-langkah startegis,” jelasnya.

Terpisah, Walikota Haryadi Suyuti menyambut baik rencana kerjasama Bank Jogja dan Disperindag Kota Yogyakarta mempersempit gerak rentenir di pasar tradisional. “Ini program bagus dan positif. Saya sangat mendukung,” katanya.

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA