oleh

Rendah, Tingkat Kepatuhan Milenial Pakai Masker

YOGYAKARTA – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY memiliki data terkait  pelaksanaan protokol kesehatan. TRC BPBD DIY menyatakan tingkat kepatuhan kaum milenial memakai masker sangat rendah.

“Perilaku ini kami amati sejak April lalu,” kata Komandan TRC BPBD DIY, Pristiawan Buntoro kepada BERITA649.com, pagi ini (2/10/2020).

Kaum milenial yang dimaksud Pristiawan adalah usia produktif. Yakni, usia 20 hingga 40 tahun. Padahal, mobilitas anak-anak muda sangat tinggi. Mereka bisa ditemui di mana-mana.

Mereka dapat ditemukan di berbagai tempat, terutama tempat keramaian.  Misalnya lokasi wisata dan tempat nongkrong anak-anak muda. Kata Pristiawan,  fakta ini menjadi sangat ironis. Mengapa?

BACA JUGA : Warga Positif Covid-19 Jangan Dikucilkan

Pristiawan menyebut anak-anak muda yang tidak tertib memakai masker ini tidak mengetahui, apakah terpapar Covid-19 atau tidak.

“Jika tidak, alhamdulillah. Tapi, kalau terkena virus Corona, bisa menjadi persoalan bagi orang lain,” katanya.

Anak-anak muda yang misalnya terinfeksi virus Corona  ini sangat rawan menularkan kepada orang-orang sekitar. Masyarakat yang rentan tertular adalah penduduk yang berusia 40 tahun ke atas.

Itulah sebabnya, Pristiawan menyampaikan saran agar pemerintah daerah memberi atensi serius terhadap anak-anak milenial. Terus melakukan edukasi mengenai pentingnya gerakan 3M.

BACA JUGA : Ini yang Harus Dilakukan Ibu Hamil Positif Covid19

Yakni, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun air air mengalir, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Masyarakat juga diminta lebih peduli terhadap upaya memotong rantai penularan virus Corona. Masyarakat harus semakin menyadari mengenai keutamaan mematuhi protokol kesehatan untuk menjaga diri sendiri dan orang lain.

Protokol kesehatan di tempat-tempat wisata harus diperketat.  Kawasan Tugu Pal Putih, Malioboro, Titik Nol dan Alun-alun Utara adalah lokasi keramaian yang perlu mendapatkan  perhatian dalam penegakan protokol kesehatan.

Tidak boleh ada toleransi bagi masyarakat yang tidak tertib. Tapi cara penindakan juga tetap mengedepankan langkah persuasif.

“Pandemi virus Corona belum selesai. Mari sama-sama saling menjaga diri agar tidak menulari atau tidak tertular Covid-19,” ajak Pristiawan. (ad/asa)

 

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA