oleh

Relawan Protokol Kesehatan yang Bersahaja

BERITA649.COM – Namanya Hamam Romas.  Pria satu ini pernah menjadi pegawai salah satu perusahaan rokok terkenal di Indonesia.

Namun, Hamam  kemudian memilih melepas status sebagai pegawai perusahaan. Ia  kembali ke kota kelahiran di Yogyakarta.

Kini, Hamam membuka usaha mandiri. Ia bisnis kuliner kecil-kecilan di bilangan Pleret, Kabupaten Bantul. Bersama adiknya, Hamam membuat nasi uduk dengan branding  “Nasi Uduk Babahe”.

“Saya buka setiap hari. Mulai jam 06:00 sampai habis sekitar pukul 10:00,” kata Hamam, ayah dari dua anak ini.

BACA JUGA: Sebagian Kubah Lava 2018 Ambrol

 

Sebenarnya Hamam menjadi “orang penting” di jajaran manajemen moda angkutan  transportasi wisata di Kota Yogyakarta.

Namun, bisnis transportasi dengan label “Si Thole” ini nyaris sekarat sejak pandemi COVID-19.  Semua kendaraan tak jalan karena tak ada penumpang.

Jalan satu-satunya untuk bertahan hidup di tengah pandemi COVID-19 adalah berdagang. Hamam membuka usaha ini baru berjalan sekitar satu bulan.

“Alhamdulillah. Pelanggan mulai tumbuh,” katanya.

Bagi Hamam, berdagang pada pandemi COVID-19 bukan hanya soal mencari keuntungan. Namun,  juga mengambil peran menjadi relawan pemutus rantai penularan virus corona.

BACA JUGA: Pemilik Warung Makan Diminta Beri Contoh

Ia mengajak pelanggan tertib menjalankan protokol kesehatan. Mulai memakai masker saat berada di luar rumah.

Sering mencuci tangan. Juga menjaga jarak dan mengindari kerumunan. Pasalnya, masih ada warga yang tidak patuh melaksanakan protokol kesehatan.

“Saya kerap menemui pembeli yang tidak pakai masker dengan benar. Kadang hanya dikalungkan di leher,” katanya.

Kata Hamam,  wabah COVID-19 telah meluluh-lantakkan perkonomian masyarakat. Kini saatnya masyarakat  bangkit dari keterpurukan.

Melaksanakan apa saja dengan cara halal agar dapur bisa mengepul.  Tapi, ia mengajak masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan. (aza/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA