oleh

Reisa Ajak Masyarakat Putus Klaster Keluarga

JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA), Kementerian Kesehatan, dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) telah menyusun protokol kesehatan keluarga pada masa pandemi COVID-19.

“Keputusan ini dibuat berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo,” terang Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, dr Reisa Brotoasmoro  kepada pers di Kantor Presiden, Senin (12/10/2020).

Seperti dilansir kanal YouTube Sekretariat Presiden,  Reisa menyebut  protokol kesehatan keluarga terdiri empat poin. Pertama,  memakai masker yang benar adalah cara melindungi anggota keluarga.

BACA JUGA : Curah Hujan Lebih Tinggi, Waspadai Banjir dan Longsor

Kedua, protokol kesehatan ketika ada anggota keluarga yang terpapar. Protokol ini menjelaskan pihak  yang harus dihubungi, proses karantina, atau isolasi mandiri.

Ketiga, protokol kesehatan keluarga ketika beraktivitas di luar rumah. Cara membersihkan diri sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga di rumah. Memastikan pakaian atau barang bawaan tidak membawa pulang virus masuk ke  rumah.

Keempat, protokol kesehatan ketika ada warga di lingkungan tempat tinggal terpapar COVID-19. Mulai menjaga kebersihan lingkungan sampai  tidak memberi stigma negatif kepada tetangga yang terkonfirmasi positif COVID-19.

“Mereka  yang positif justru yang harus dibantu,” katanya.

BACA JUGA: Bambang Wisnu jadi Bupati, Petani Hidup Sejahtera

Kata Reisa, protokol ini untuk menekan penularan COVID-19 di klaster keluarga. Penularan virus corona di keluarga bisa datang dari orang terdekat pembawa virus.

Penularan orang terdekat ini bisa berakibat fatal bagi anggota keluarga yang sudah lanjut usia dan memiliki penyakit penyerta.

Resia lantas mengungkapkan data yang ditemukan Kementrian Kesehatan. Data menyebutkan sebagian dari 1.299 klaster adalah klaster keluarga.

“Klaster keluarga ini memang sulit dihindari. Karena terkait klaster lain, seperti klaster kantor, klaster pasar yang semuanya berpotensi bertemu di keluarga,” ujar Reisa mengutip penjelasan Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo.

“Mari putus rantai penularan COVID-19  dalam keluarga. Mari bekerjasama, kolaborasi, gotong royong antara pemerintah dan masyarakat,” pinta Reisa. (ad/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA