oleh

PWM DIY Minta Solusi Tuntas Penanganan TPST Piyungan

BERITA649.com – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI  mulai menyoroti berbagai persoalan lingkungan hidup. Hari ini, DPD RI Dapil DIY menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Pengawasan Pelaksanaan UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Anggota DPD RI Afnan Hadikusumo mengatakan, FGD akan menggali sejumlah masalah lingkungan hidup. Mulai volume sampah yang terus meningkat, polusi, abrasi hingga kepatuhan terhadap analisis dampak lingkungan.

“Akan kita cermati bersama-sama. Lalu mencari solusi juga bersama-sama,” kata Afnan kepada BERITA649.com hari ini (27/10/2020).

BACA JUGA: Ini Strategi Banyuwangi Garap Pariwisata pada Pandemi COVID-19

FGD menghadirkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Ir R Sutarto MP dan Totok Pratopo dari Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY.

Afnan lantas menyampaikan iso prioritas lingkungan hidup di Daerah Istimewa Yogyakarta yang ditandatangani Gubernur Sultan Hamengku Buwono X pada Juni 2020.

Yakni menyangkut alih fungsi lahan, pencemaran air, pengelolaan sampah, dan kerusakan lahan akibat aktvitas penambangan tanpa izin.

Karena itu, Afnan mendukung sejumlah program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang telah dipatok Pemda DIY.

BACA JUGA: Warung Lesehan dan Angkringan Ini Layak jadi Pilihan

Antara lain, upaya pengendalian kualitas udara dilakukan dengan mengurangi pemakaian kendaran pribadi dan memperluas jangkauan kendaraan umum bus Trans Jogja.  Mendorong masyarakat menjadikan transportasi umum untuk melakukan mobilitas.

Lalu, penertiban terhadap proyek-proyek pembangunan agar memenuhi pelaksanaan pembangunan yang ramah lingkungan.

“Termasuk kegiatan  car free day setiap Selasa Wage. Saya setuju  dilakukan untuk  mengurangi pencemaran udara,” kata Afnan.

BACA JUGA: 

Sementara Totok Pratopo dari Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY menyampaikan sejumlah catatan terkait lingkungan hidup.

Perspektif baru  yang harus direalisasikan adalah menjadikan sungai sebagai heritage.  PWM DIY melihat terjadi penambangan yang tidak terkendali di hulu dan hilir sungai akibat kelemahan pada aspek pengawasan dan penindakan.

Lalu persoalan klasik tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Piyungan. Totok mengatakan segera harus dirumuskan solusi yang tuntas.

“Saat ini sudah overload. Tetapi penyelesaiannya masih tambal sulam,” sindir Totok. (aza/asa)

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA