oleh

Protokol Kesehatan Perjalanan Orang pada Libur Nataru

BERITA649.COM – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengeluarkan surat edaran nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru dalam Masa Pandemi COVID-19.

Surat ini ditandatangani Letjen Doni Monardo tanggal 19 Desember 2020. Lantas, apa isinya? Antara lain, setiap individu yang melaksanakan perjalanan  wajib mematuhi protokol kesehatan.

Yakni, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer.

Pelaku perjalanan wajib memaki masker  secara benar. Menutupi hidung dan mulut dengan jenis masker kain 3 lapis atau masker medis.

Surat edaran menjelaskan larangan makan dan minum bagi pelaku perjalanan menggunakan pesawat terbang selama kurang dari 2 jam. Kecuali penumpang yang wajib mengkonsumsi obat untuk keselamatan dan kesehatan.

BACA JUGA: Ini Beda Tes Antobodi, Tes Antigen dan Tes PCR

Pelaku perjalanan dalam negeri bertanggung jawab atas kesehatannya masing-masing. Sedangkan bagi yang bepergian ke Pulau Bali menggunakan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR paling lama 7 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat atau laut menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Bagi perjalanan dari dan ke Pulau Jawa serta dalam pulau Jawa, pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi udara dan kereta api wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Hanya, anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diwajibkan tes RT-PCR maupun rapid test antigen sebagai syarat perjalanan.

Sedangkan pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat pribadi maupun umum, dihimbau rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Pengisian e-HAC Indonesia wajib bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi umum maupun pribadi, kecuali moda transportasi kereta api.

Surat edaran juga menyebutkan jika hasil rapid test antigen atau antibodi pelaku perjalanan nonreaktif atau negatif namun menunjukkan gejala, pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan.  Diwajibkan melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan. (ad/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA