oleh

Protokol Kesehatan jadi Solusi Atasi Takut Tertular

JAKARTA – Ini penuturan tenaga medis yang sehari-harinya menangani pasien positif COVID-19. Namanya Triandi Mirsal AMK. Dia adalah perawat Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta.

Ia pernah ketakutan menjalankan tugasnya sebagai perawat  pada masa pandemi virus Corona. Hari-harinya disiksa cemas. Takut karena tertular Covid-19.

Namun, karena dukungan keluarga, masyarakat, dan rumah sakit, Triandi menjalankan pekerjaan sebagai perawat dengan perasaan nyaman.

“Kami menggunakan APD lengkap. Menjaga protokol kesehatan supaya terhindar dari virus corona,” kata Triandi pada talkshow bertema “Bagaimana Tenaga Kesehatan Menjaga Diri dari Covid-19” di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta, hari ini (7/10/2020).

BACA JUGA : Hari Ini Positif Baru 20 Orang, Sembuh 20 Orang

Triandi bertugas di IGD RS Pertamina. Berdampingan dengan ruang ICU yang mengurusi pasien positif OTG dan pasien kritis.

Seperti dilansir covid19.go.id, Triandi menceritakan ada pasien yang terserang COVID-19. Mengalami sesak berat. Lalu, ditangani medis dengan alat bantu kesehatan. Akhirnya, pasien sembuh. Bisa berkumpul dengan keluarga.

Penanganan pasien COVID-19 ringan, sedang dan positif tanpa gejala (OTG) berbeda. Di rumah sakit, kondisi dan kegiatan pasien termonitor. Minum vitamin, tidur cukup, dan olahraga.

BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Hapus Denda PBB-P2

“Bila pasien ada comorbid tidak tertangani dengan baik, kami rujuk ke rumah sakit yang fasilitas kesehatannya lebih lengkap,” kata

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat 2 Semarang, Kombes Pol Dr dr Sumy Hastry Purwanti SpF mengatakan penanganan pasien COVID-19 membutuhkan manajemen fasilitas, personel, dan tata cara komunikasi untuk memutus penularan virus corona.

Kebutuhan utama bagi tenaga kesehatan di rumah sakit  adalah memastika fasilitas yang baik dengan alat perlindungan diri  lengkap.

BACA JUGA : Ulang Tahun, Paguyuban Warkaban Datangkan Ki Seno Nugroho

Misalnya sarung tangan sekali pakai, jubah lengan panjang bersih, dan selalu mengunakan masker medis tipe N95.

Lalu, periksa kerapatannya. Kacamata dipastikan menutup semua dua bola mata sehingga tidak ada bersin atau batuk cairan yang masu rongga mata yang terinfeksi.

“Sampai pakai sepatu  pun dilatih. Alhamdulilah teman-teman di RS Soekamto yang mengurus pasien COVID-19 sehat semua,” ujarnya. (ad/asa)

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA