oleh

Amir Syarifudin Penasaran dengan Kerja BPBD DIY

YOGYAKARTA – Anggota DPRD DIY Amir Syarifudin meminta Pemprov DIY semakin serius menanggulangi penularan infeksi Covid-19.  Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan pandemi virus corona belum berakhir.

Indikasi tersebut berdasarkan data pasien positif Covid-19 di DIY yang terus bertambah dari hari ke hari.

“Harus menjadi atensi. Jangan lengah. Bahasa Jawane, ojo nyepelekke,” kata Amir kepada BERITA649.com, pagi ini (31/8/2020).

BACA JUGA : Ojek Online JOOGIST Cari Mitra

Amir menyebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY memiliki peran penting untuk memutus penularan virus corona. Fungsi BPBD harus dimaksimakan.

Itulah sebabnya, Amir mengaku heran ketika BPBD DIY justru membubarkan Posko Dukungan Operasi Gugus Tugas Covid-19.

“Mengapa dibubarkan? Posko itu masih dibutuhkan,” kata Amir serius.

Padahal, posko dukungan yang dipusatkan di basecamp Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY di Jalan Kenari itu terbukti memberi manfaat bagi masyarakat.

Keberadaan posko ini juga membantu rumah sakit dan puskesmas dalam menangani pemakaman penduduk dengan protap Covid-19.

BACA JUGA : Bagi yang Pernah Nguliner di Soto Lamongan, Silakan Periksa Kesehatan

Tak hanya pemakaman. Posko dukungan juga membantu menentramkan tenaga medis yang mengurusi pasien covid-19. Kata Amir, dekontaminasi menjadi bukti posko dukungan bukan posko ecek-ecek.

Itulah sebabnya, Amir akan membawa keputusan pembubaran posko dukungan dalam rapat fraksi PKS.

Agenda yang akan dibahas antara lain menyangkut hubungan kerja antara BPBD DIY dengan posko dukungan dan TRC.

Selain itu juga menyimak laporan hasil kerja BPBD DIY dalam enam bulan terakhir sejak pandemi virus corona di DIY.

“Yang penting lagi, kami ingin mengetahui mekanisme pengadaan barang yang diperlukan untuk kerja posko dukungan dalam rangka kemanusiaan. Ini akan menjadi tugas anggota FPKS di komisi,” tandasnya.

BACA JUGA : Ini Doa Komandan TRC BPBD DIY Setelah Posko Dibubarkan

Terpisah, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah,  Budi Setiawan menyatakan prihatin melihat pertumbuhan pasien positif covid-19 di Indonesia, juga di DIY.

Budi mengingatkan, penanganan Covid-19 harus terus dilakukan meski kegiatan ekonomi telah kembali normal. Edukasi protokol kesehatan kepada masyarakat jangan menurun.

“Tapi justru lebih ditingkatkan lagi,” katanya.

Budi mengajak warga memiliki komitmen yang sama mengakhiri pandemi virus corona. Minimal pekerjaan yang bisa dilakukan adalah kebersamaan meminimalkan bertambahnya korban akibat tertular covid-19. (#)

penulis: asa | editor: sauki adham

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA