oleh

PolGov UGM Sarankan Perlu Pemantauan Pasca Pilkada

BERITA649.COM – Peneliti Research Centre for Politics and Government (PolGov) Departemen Politik dan Pemerintahan, Fisipol UGM, Wegik Prasetyo, memaparkan sejumlah poin rencana tindak lanjut (RTL) yang menjadi rekomendasi pilkada 9 Desember 2020.

Salah satunya terkait pencegahan penularan COVID-19 di tempat pemungutan suara  oleh Komisi Pemilihan Umum.

“KPU sebagai penyelenggara pemilu akan melakukan pencegahan penularan COVID-19  dengan jumlah paling banyak 500 orang dari sebelumnya 800 orang,” kata Wegik seperti dilansir ugm.ac.id (7/12/2020).

Juga dimaksimalkan protokol kesehatan. Mulai penyemprotan disinfektan secara berkala di TPS, pengukuran suhu badan pemilih, melengkapi tempat cuci tangan, sarung tangan, tempat sampah, alat tetes tinta, masker dan faceshield, dan penggunaan baju hazmat.

BACA JUGA: Sukseskan Vaksinasi, Pemerintah Terjunkan 5 Juru Bicara

Poin-poin tersebut merupakan rekomendasi dari Webinar KPU Goes to Campus bertajuk “Pilkada di Tengah Pandemi: TPS Sehat, Pemilih Selamat”. Acara ini diselenggarakan KPU DIY dan Universitas Gadjah Mada.

Berdasarkan PKPU Nomor 6 Tahun 2020,  ada enam protokol kesehatan di TPS yang harus dijalankan pemilih. Yakni, menjaga jarak aman dan menimimalkan kontak fisik, mencuci tangan, menggunakan masker yang menutupi dari hidung hingga dagu, melakukan pengecekan suhu badan, menggunakan sarung tangan sekali pakai yang diberikan petugas, dan membawa alat tulis.

KPU DIY harus koordinasi dengan Satgas COVID-19 setempat untuk melakukan pemantauan pasca pilkada hingga dua minggu setelahnya.

Pengawasan kolektif terhadap penerapan protokol kesehatan perlu dilakukan tidak hanya oleh penyelenggara pemilu. Namun juga peserta pemilu dan pemilih.

Kata Wegik, masyarakat DIY yang dikenal memiliki modal sosial yang kuat dan telah teruji menghadapi bencana alam dapat meminimalkan potensi negatif penyebaran COVID-19 sebagai bencana non-alam. (mkb/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA