oleh

Playlist Sudah Diputar di Pos Jaga Militer di Papua

BERITA649.COM – Gerakan #20DetikSuciCorona diapresiasi Ketua Tim Pakar dan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19,  Prof drh Wiku Bakti Bawono Adisasmito MSc  PhD.

“Terima kasih telah diberi kepercayaan meneruskan semangat perjuangan dari Gerakan #20DetikCuciCorona. Semoga masyarakat menjadi lebih mudah memahami dan mempraktikkan cara cuci tangan dengan baik,” kata Wiku.

Seperti diketahui, Gerakan #20DetikCuciCorona muncul sebagai respon atas kepanikan masyarakat di awal pandemi. Mulai berebut hand sanitizer, cairan disinfektan, hingga menimbun masker.

Padahal langkah paling dasar dan mudah yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan adalah cuci tangan minimal 20 detik dengan sabun.

BACA JUGAGandeng PT FAI, UGM Kembangkan Obat Antivirus COVID-19

Istilah  lockdown, physical distancing, flattening the curve yang beredar menambah kebingungan masyarakat. Kampanye sosial kali ini mencoba melakukan pendekatan komunikasi dengan pesan yang lebih sederhana.

Mengajak publik  “ayo nyabun” dan melibatkan karya-karya musik sebagai bahasa  universal. Gerakan #20DetikCuciCorona telah merancang serangkaian aktivitas kampanye sejak April lalu.

Gerakan ini membuat sebuah playlist di beberapa platform digital dan media sosial yang memuat lagu-lagu berdurasi 20 detik untuk menemani masyarakat cuci tangan tanpa berhitung.

 

Gerakan ini mendapat respon positif dari berbagai kalangan termasuk para musisi tanah air yang ikut berpartisipasi. Playlist 20 Detik Cuci Corona sukses dimanfaatkan masyarakat untuk mengedukasi serta menemani mereka cuci tangan melawan corona.

Lagu ini sudah diperdengarkan di beberapa fasilitas umum yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Seperti Pasar di Pacitan dan Wonogiri.

Playlist 20 Detik Cuci Corona juga digunakan oleh mobil sosialisasi di Jogja, dive center di Alor Kecil, pertokoan di Riau, Boyolali, Makassar, Jakarta, Kantor Pos di Maluku, dan Pos Jaga Militer di Papua.

Serta mendapat perhatian dari empat  televisi nasional, puluhan media online dari Aceh sampai Papua, hingga masuk laporan khusus majalah nasional. (ad/asa)

 

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA