oleh

Pilkada Berpotensi Tingkatkan Transmisi COVID-19

BERITA649.com – Peningkatan mobilitas masyarakat dapat meningkatkan transmisi COVID-19. Fakta tersebut  memberi indikasi potensi peningkatan transmisi bila pilkada dilaksanakan saat pandemi COVID-19 belum bisa dikendalikan.

“Jika pilkada tetap dilakukan, perlu dilakukan sejumlah adaptasi. Salah satunya manajemen pencoblosa,” kata Epidemiolog UGM, dr Riris Andono Ahmad dalam Serial Webinar Pilkada 2020 bertajuk “Menjamin Hak Pilih dan Partisipasi Pemilih” di UGM (3/11/2020).

Acara ini diselenggarakan Berita Satu dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM.

BACA JUGA: Tidak Pakai Masker, Pelanggaran Terbanyak saat Liburan Panjang

Kata Riris, TPS perlu diperbanyak. Petugas pemilihan perlu dilatih. Mereka harus bisa menolak bila ada pemilih yang melanggar protokol kesehatan.

Riris mencontohkan Vietnam menjadi negara di Asia Tenggara yang dinilai berhasil mengendalikan laju transmisi sebelum pemilu  26 September 2020.

Namun, setelah kampanye dan pemilihan, terjadi peningkatan kasus positif secara signifikan.

Fakta tersebut menjadi peringatan bagi Indonesia yang akan menyelenggarakan pemilihan.

BACA JUGA: 3 Faktor Penularan COVID-19 di Rumah

“Ketika dilakukan di negara yang sudah sangat efektif melakukan pengendalian, pemilihan bisa meningkatkan penularan menjadi jauh lebih besar,” katanya.

Riris menyebut dua titik kritis dari penyelenggaraan pilkada di Indonesia. Yakni, kampanye tradisional yang akan menimbulkan kerumunan, dan disinformasi yang akan meningkatkan ketidakpercayaan publik.

Pakar Ilmu Politik dan Pemerintahan UGM, Mada Sukmajati mengatakan, penyelenggara pemilu perlu terus meyakinkan  telah secara optimal menegakkan protokol kesehatan pada setiap tahapan.

Pilkada 2020 harus menjadi  momen demokrasi yang sehat dalam semua aspek. Termasuk aspek kesehatan. (aza/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA