oleh

Petugas Berisiko Terpapar Virus Corona

YOGYAKARTA – Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Krisnadi Setyawan menyatakan  protap deteksi dini Covid-19 belum diterapkan secara komprehensif di tingkat puskesmas. Hanya  sebatas pada gejala awal suhu badan di atas 38°celcius, batuk, demam, sesak nafas dan tracking kegiatan pasien 14 hari terakhir.

SOP: Cek panas badan. (istimewa)

Juga ditemukan kurangnya perlengkapan APD bagi petugas UGD dan pelayanan depan puskesmas. Hanya terbatas pada apron setengah badan, kacamata bening, masker bedah dan sarung tangan lateks.

“Belum ada pakaian APD medis, masker full face dalam jumlah yang cukup,” kata Krisnadi kepada Berita649.Com, malam ini (17/3/2020).

Kondisi ini  menjadikan petugas berisiko terpapar saat berinteraksi dengan orang dalam pantauan (OPD). Selanjutnya OPD yang dikarantina mandiri di rumah tidak mendapat suplai logistik yang cukup. Warga setempat tidak diberitahu ada karantina mandiri.

Pengawasan karantina mandiri terlalu longgar. Selain kekurangan sumber daya manusia, juga terkait budaya sosial yang membuka peluang ODP tetap berinteraksi dengan orang lain. Kata Krisnadi, ini meningkatkan risiko kemungkinan terpapar.

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA