oleh

Perlu 2 – 10 Hari Mengalami Demam

YOGYAKARTA – Saking inginnya hidup bebas dari ancaman tertular virus corona,  masyarakat melakukan apa saja “perintah” yang diinformasikan dalam artikel. Artikel ini beredar bebas di sosial media. Ada di facebook, Instagram dan whatsapp.

Berikut fakta sebenarnya tentang COVID-19 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang  dirangkum di akun facebook: pusat informasi virus corona.

BACA JUGA : Protokol Kesehatan di Malioboro Harus jadi Prioritas

  1. Sebagian besar orang yang terkena COVID-19 hanya mengalami gejala ringan atau menengah. Bisa pulih kembali dengan perawatan medis. Jika Anda mengalami gejala seperti batuk, demam, atau sulit bernapas, carilah perawatan medis. Hubungi dokter melalui telepon sebelum mengunjungi kantor medis atau rumah sakit. Jika mengalami demam dan tinggal di wilayah yang terserang malaria atau demam berdarah, hubungi dokter dengan segera.
  2. Pemindai panas dapat mendeteksi orang yang mengalami demam, yang bisa jadi diakibatkan oleh COVID-19. Meskipun demikian, tidak semua orang yang terkena COVID-19 mengalami demam. Pemindai panas juga tidak bisa mendeteksi orang yang terinfeksi. Tapi tidak sakit dan mengalami demam. Ini karena perlu 2 hingga 10 hari orang  terinfeksi COVID-19 mengalami demam.
  3. Orang dari segala umur bisa terinfeksi virus COVID-19. Orang yang berusia 60 tahun atau lebih dan orang-orang yang memiliki asma, diabetes, dan penyakit jantung berisiko lebih tinggi untuk sakit parah. Semua orang harus melakukan tindakan pencegahan, seperti mencuci tangan secara teratur dan menjaga jarak aman dengan orang lain.
  4. Hydroxychloroquine dan chloroquine adalah pengobatan untuk malaria dan penyakit lain. Keduanya telah diteliti sebagai perawatan yang memungkinkan untuk COVID-19. Namun, data saat ini menunjukkan keduanya tidak mengurangi kematian akibat COVID-19 atau membantu orang yang menderita penyakit menengah. Hydroxychloroquine dan chloroquine bisa mengobati malaria dan penyakit autoimun. Namun, menggunakannya untuk penyakit lain atau tanpa pengawasan medis bisa menyebabkan efek samping yang serius dan harus dihindari. (ad/facebook/asa)

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA