oleh

Perjuangan Suami Dampingi Isteri yang Alami Eklamsia

BERITA649.COM –  Ini kisah kehidupan Jefri dan Nita yang mengharu biru. Suami isteri ini tinggal empat bulan lagi menunggu kelahiran anak pertama.

Namun, harapan itu musnah setelah Nita divonis menderita eklamasia. Eklamsia adalah masalah serius pada masa kehamilan akhir yang ditandai kejang tonik-klonik.

Cerita ini bermula ketika Jefri dan Nita tinggal di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Tempat ini adalah kelahiran Jefri, sekaligus kediaman orang tua Jefri.

Keduanya memutuskan hidup di Sumatera setelah melangsungkan pernikahan di Dukun, Kabupaten Magelang. Ini adalah tempat tinggal orang tua Nita.

BACA JUGA: Vaksin Sinovac Aman, Kurangi Kejadian Infeksi COVID-19

Awal Desember 2020, Nita tiba-tiba mual disertai muntah.  Juga sempat mengalami kejang.  Jefri langsung melarikan isterinya ke puskesmas terdekat.

Setelah ditangani, pihak puskesmas menyarankan berobat ke klinik.

“Hari itu, saya belum jadi ke klinik,” kata Jefri.

Hari berikutnya, Nita mengalami mual dan kejang. Jefri membawa ke klinik. Di klinik ini, Jefri mendapatkan informasi. Isterinya mengalami eklamsia.

Di tempat ini, anak yang masih dalam kandungan tidak dapat diselamatkan. Usianya menginjak 5 bulan. Anak yang diberi nama Fatimah itu kemudian dimakamkan di Lubuk Linggau.

Memenuhi saran klinik, Nita lantas dirujuk di salah satu rumah sakit di Palembang. Sempat masuk kamar IGD. Lalu pindah di ICU isolasi.

BACA JUGA: Pegawai Puskesmas Dilarang Mampir Belanja

Dokter langsung menangani Nita. Di rumah sakit ini, Nita dirawat selama 11 hari, mulai 9 hingga 18 Desember 2020.

Kondisi kesehatan isterinya membuat Jefri yang pernah kuliah di UIN Sunan Kalijaga ini hanya bisa pasrah.

Isterinya kehilangan ingatan. Ia tak mengingat siapa-siapa. Termasuk terhadap Jefri, suaminya. Juga kepada mertuanya.

Karena pertimbangan tertentu, Nita dibawa pulang ke Dukung, Kabupaten Magelang, menggunakan mobil pribadi. Kembali ke Jawa berbekal obat yang diterima dari rumah sakit di Palembang.

BACA JUGA: Ini Solusi Aman dari Ancaman COVID-19

Setiba di Magelang, Jefri dan Nita tinggal di wisma di Magelang. Ia harus isolasi meski hasil swab menyatakan keduanya “negatif”.

Tapi, kondisi Nita belum berubah. Daya ingatnya belum pulih. Jefri terus mendampingi isterinya, hingga akhirnya daya ingat mulai membaik.

“Tapi, belum pulih sepenuhnya. Isteri saya tidak ingat nama teman-teman saya. Juga beberapa nama tetangga,” jelas Jefri.

Perjuangan Jefri membuahkan hasil. Isterinya mulai semakin sehat. Sedangkan solusi mengembalikan ingatan, Jefri membawa isterinya menemui teman-temanya yang pernah bertemu sebelum menikah.

“Alhamdulillah. Kini makin baik,” katanya.

Tanggal 19 Januari mendatang, Jefri dan Nita akan kembali ke Lubuk Linggau. Keduanya telah memutuskan tinggal dan menetap di Sumatera. (aza/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA