oleh

Percaya atau Tidak, Tetap Pakai Masker

BERITA649.COM – Bagaimana tenaga medis berjuang memerangi pandemi COVID-19? Kisah tersebut disampaikan sejumlah tenaga medis kepada Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, 2 Oktober lalu.

Dokter Debryna, misalnya.  Debryna menjadi relawan tim dokter pertama di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlit Kemayoran. Ia melihat secara langsung pasien dengan pikiran positif lebih cepat sembuh.

“Imunitas yang baik akan tercipta dari suasana hati. Baru kali ini benar-benar melihat pasien yang pikirannya positif, pasien yang bisa dibawa enjoy, beneran cepat banget sembuhnya. Bahkan, gejalanya saja bisa hilang dengan cepat,” ungkapnya seperti dilansir covid19.go.id.

BACA JUGA: Wisatawan Diminta Sadar Diri Terapkan Protokol Kesehatan

Debryna sempat merasa sedih ketika ada teman dekatnya terkena COVID-19. Padahal temannya  menjaga pola hidup dan pola makan yang sehat.

Tapi, manusia tidak dapat menghindari keluputan. Sehingga terinfeksi dan masuk ICU. Waktu itu keadaannya buruk.

Ia berpesan kepada masyarakat yang masih meragukan pandemi COVID-19, agar menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Memakai masker dan menjaga jarak.

“Jadi nggak peduli kalian sangat percaya atau sangat tidak percaya, intinya kalian lakukan dua hal itu saja,” katanya.

Kepala Perawat ICU RS dr Kanujoso Balikpapan, Rustina Susanti juga mempunyai kisah. Ia harus mengenakan baju alat pelindung diri selama delapan jam sehari saat bertugas di ruang ICU. Rustina tak lupa mengingatkan agar pasien berpikiran positif. Banyak tertawa agar suasana hati menjadi bahagia.

“Mungkin ini imunisasi alami. Yang penting semua jaga diri, pakai masker, minum vitamin dan makan teratur, dan istirahat. Semoga kita dijaga oleh Allah SWT,” katanya.

BACA JUGA: Dunia Kesehatan Sambut Positif Hadirnya Vaksin COVID-19

Bagi Rustina, perjuangan memerangi COVID-19 tidak mudah. Ada pukulan berat yang sempat dirasakan. Seorang tenaga medis harus meninggal di ruang ICU tempatnya bertugas setelah terinfeksi COVID-19.

Itulah sebabnya, Rustina berpesan agar masyarakat tetap waspada. Menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Terutama 3M. Yakni, memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

“Takut boleh, tapi waspada wajib. Kalau takutnya berlebihan, imun jadi turun. Akhirnya menurunkan daya tahan tubuh. Satu pesan saya. Kalau ada yang masih tidak percaya, saya antar tur ke ruangan. Saya perlihatkan orang yang sedang berjuang antara hidup dan mati,” ujarnya.

Di penghujung acara, Reisa kembali menegaskan pentingnya mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat Indonesia harus disiplin melaksanakan 3M. Hanya 3M yang mampu memutus mata rantai penyebaran. (nik/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA