oleh

Penyebaran COVID-19 Susah Ditebak

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Slamet Budiarto SH MHKes mengatakan penyebaran COVID-19  susah ditebak.

Pada Maret-April, grafik jumlah pasien COVID-19 di DKI Jakarta tinggi, dan Surabaya rendah. Namun belakangan, Jakarta turun, Surabaya justru naik.

“Sekarang Jawa Timur menurun, DKI Jakarta naik lagi. Tidak bisa memprediksi apakah ini landai, puncaknya, atau turun. Karena polanya terus berubah. Di negara lain juga sama,” kata Slamet dalam talkshow bertema “Hotel Isolasi Mandiri dan Pengaruhnya terhadap Wisma Atlet” di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta, hari ini (5/10/2020).

Sementara Koordinator RS Darurat COVID-19 Mayjen TNI, Dr dr Tugas Ratmono SpS MARS MH  mengatakan, pasien positif COVID-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG) di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta terus menurun.

BACA JUGA : Indonesia Bermasker, Nyalakan Harapan

Tower 4  terisi 40 persen, Tower 5 Flat Isolasi Mandiri terisi 60 persen. Sedangkan Tower 6 dihuni 59 persen, Tower 7 RS Darurat Covid-19 dihuni 66 persen.

“Tidak seperti minggu kemarin yang angka hunian bisa mencapai 90%. Mudahan-mudahan seterusnya menurun hingga nantinya tidak ada lagi yang masuk ke Wisma Atlet. Mudah-mudahan selesai corona,” katanya.

Penurunan juga dialami di beberapa provinsi.  Saat rapat Satgas COVID-19 tanggal 4 Oktober kemarin, dr Tugas mengatakan beberapa daerah yang semula  zona merah dan tinggi kasusnya, dilaporkan menurun.

Terkait dengan pembukaan Hotel Isolasi Mandiri di Jakarta, dr Tugas mengatakan merupakan bentuk dari sinergitas penanganan COVID-19. Hotel ini akan berfungsi menampung pasien positif COVID-19 OTG. (ad/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA