oleh

Pengadaan Vaksin Dipercepat, Pemerintah Gunakan 2 Jalur

BERITA649.com – Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang juga Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan pengadaan vaksin menjadi prioritas pemerintah.

Vaksin bisa menghentikan pandemi COVID-19, dan membantu kepercayaan publik untuk pemulihan ekonomi.

“Dua hal tersebut bisa diselesaikan dengan imunisasi,” kata Airlangga pada talkshow “Keseimbangan Baru Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi” di Media Center Satgas Penangaan COVID-19 Graha BNPB Jakarta, hari ini (22/10/2020).

Pemerintah menyiapkan seluruh akses untuk mempercepat pengadaan vaksin. Salah satunya mengeluarkan peraturan presiden pembelian vaksin. Sekarang disiapkan peraturan menteri kesehatan.

BACA JUGA: Pemda DIY Beli Hotel Mutiara, Didesain jadi Promosi UMKM

Perlu regulasi pembelian vaksin agar tepat sasaran dan tepat jumlah. Kata Airlangga, pemerintah menempuh dua jalur dalam pengadaan vaksin.

Pertama, jalur mandiri melalui pengembangan Virus Merah Putih yang  siap diproduksi pada akhir tahun 2021.

Kedua, jalur kerja sama internasional. Bekerja sama dengan perusahaan farmasi kelas dunia seperti Sinovac, Sinopharm, Cansino, dan Astra Zeneca yang dikembangkan Oxford University, Inggris.

Contohnya tiga juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac yang diharapkan masuk ke Indonesia pada akhir tahun 2020. Sinovac juga akan mengirimkan 15 juta vaksin dalam bentuk bahan baku. Bahan baku  akan diproduksi di Bio Farma.

BACA JUGA: Pentas Virtual, Wayang Jogja Night Carnival 2020 Meriah

Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo mengatakan jumlah laboratorium untuk pemeriksaan COVID-19 terus berkembang. Sekarang sudah ada 374 laboratorium.

Bakal ada penambahan tiga laboratorium lagi dalam waktu dekat. Secara umum, jumlah laboratorium sudah memadai. Namun, petugas laboratorium masih terbatas.

Jenderal bintang tiga ini mengungkapkan, bertambahnya laboratorium membuat  pemeriksaan spesimen di atas 40 ribu per hari. Bahkan pernah mencapai 50 ribu per hari.

Sementara pemeriksaan rata-rata sudah 270 ribu spesimen.

BACA JUGA: SD Muhammadiyah Notoprajan Bisnis POM Mini

“Artinya ini peningkatan luar biasa,” kata Doni.

Saat awal melakukan pemeriksaan hanya belasan persen dari ketetapan WHO. Sekarang sudah 82,51 persen. (ad/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA