oleh

Penerima GoSend Ternyata Pasien COVID-19, Ini Kisahnya….

BERITA649.COM – Operator ojek online (ojol) ini tak mengetahui bila klien yang didatangi di rumahnya adalah penduduk  terkonfirmasi COVID-19.

Namanya Agus. Pria berumur 45 tahun ini sudah lama menjadi ojek online. Tinggal di kampung Notoprajan.

Rumahnya berjarak sekitar 400 meter di barat  “titik nol” Kota Yogyakarta.  Ia menunggu panggilan para pelanggan dari rumahnya yang dikenal sebagai “lokasi gacor”.

Sejak terjadi pandemi COVID-19, trayek Agus anjlok. Sejak Maret hingga Agustus lalu, Agus nyaris tidak  pernah mendengar dering dari gadgetnya.

“Sepi. Tak ada yang naik ojek. Karena COVID-19, warga memilih berada di rumah. Jikapun pergi, memilih pakai kendaraan sendiri,” kata Agus kepada BERITA649.COM, malam ini (30/11/2020).

BACA JUGA: Sultan Ajak AMSI DIY Bersinergi Sejahterakan Masyarakat

Hingga akhirnya, ia melihat notifikasi di handphone. Ada pelanggan yang meminta mengantar makanan.

Kisah ini terjadi pada pertengahan Agustus lalu. Tak ingin menyiakan rejeki, Agus langsung menuju rumah klien.

Klien baru ini meminta tolong mengantar makanan ke wilayah Bantul. Singkat cerita, Agus sudah sampai di lokasi sesuai arah map yang diberikan.

Namun, rumah yang dituju tak ditemukan. Hingga akhirnya, Agus menemui seorang warga di kampung yang dituju.

Agus menanyakan alamat dan nama sesuai permintaan pengirim.Tapi, apa yang terjadi?

Ternyata penduduk yang  ditemui itu memberi kabar tak mengenakkan. Penerima  makanan yang dibawa itu ternyata penduduk terkonfirmasi COVID-19.

“Info itu saya dapat dari penduduk setempat,” kenang Agus.

Agus kaget. Ia sempat bingung. Antara memberikan kiriman  atau mengembalikan makanan kepada pengirim.

BACA JUGA: Tak Lapor, Satgas Bisa Bubarkan Hajatan

Pasalnya, pengirim juga tidak memberitahu bila penerima kiriman makanan adalah pasien terpapar virus corona.

Namun, karena tuntutan professional, Agus nekat menyampaikan makanan.  Setelah diterima, Agus pamit. Lalu, bergegas meninggalkan lokasi.

Saat melakuka perjalanan kembali ke rumah, Agus sempat mematikan motor. Lalu berhenti di pinggir jalan.

Ia berkali-kali mencuci tanga dengan hand sanitizer. Di tempat ini, Agus membakar sebatang rokok.

“Terus terang, saya gelisah. Saya panik,” katanya.

Ia bingung, apakah telah tertular atau tidak? Tapi, Agus meyakini tidak tertular. Ia tetap sehat. Alasannya, ia menganggap penerima makanan belum tentu warga yang tertular COVID-19.

Tetapi, meyakini kerabat keluarga yang tidak terkena virus corona.

“Saya berpikir positif saja. Alhamdulillah. Sampai sekarang saya sehat-sehat saja,” ujarnya. (aza/asa)

 

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA