oleh

Pemerintah Produksi Tes Cepat Berbasis Antibodi

BERITA649.com –  Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/ BRIN) membentuk konsorsium riset inovasi. Konsorsium  melibatkan perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, industri swasta, dan BUMN.

Kerja konsorsium ini telah membuahkan hasil. Yakni, membuat Rapid Diagnostic Test, Polymerase Chain Reaction (PCR) Test Kit, dan Ventilator. Termasuk riset Vaksin Merah Putih.

Saat ini telah memproduksi tes cepat berbasis antibodi.  Angkanya mencapai 350 ribu unit per bulan. Diperkirakan dalam beberapa bulan mendatang, jumlahnya mencapai satu juta unit per bulan.

Menristek Menteri Riset dan Teknologi, Prof  Bambang Brodjonegoro mengatakan alat tes cepat deteksi COVID-19 bernama GeNose.

BACA JUGA: Liburan di Masa Pandemi, Wisatawan Disarankan Unduh Aplikasi JogjaPass

“Alat ini hasil inovasi dari Universitas Gajah Mada,” kata Bambang disampaikan kepada wartawan (20/10/2020).

Alat deteksi ini menggunakan hembusan nafas. Kelebihan alat ini adalah akurasi mencapai 97 persen. Harganya relatif murah.

Sedangkan rapid test berbasis antigen atau rapid swab test dengan teknologi RT Lamp yang dikembangkan  LIPI diupayakan selesai akhir 2020.

BACA JUGA: Terjadi 9 Guguran, 36 Gempa Hybrid di Gunung Merapi

Produk inovasi lain yang sukses diproduksi adalah PCR test kit. Ini hasil kerja sama dengan PT Bio Farma. Produksinya  mencapai satu setengah juta unit per bulan.

Ada juga produk inovasi Mobile lab BSL 2. Sekarang sedang dimodifikasi agar tidak hanya berbentuk kontainer.

Produk ini membantu meningkatkan jumlah testing di berbagai daerah yang mengalami lonjakan kasus COVID-19. Produk ini sudah digunakan sejumlah rumah sakit. (ad/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA